Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Universitas Brawijaya Raih Peringkat Ketiga Kampus Berprestasi

KOTA MALANG - Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan prestasinya di tingkat nasional. Pada tahun ini, UB berhasil meraih peringkat ketiga sebagai kampus paling berprestasi se-Indonesia menurut Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Capaian ini didapatkan berkat prestasi mahasiswa UB dalam berbagai kompetisi nasional yang mencakup tiga bidang utama: olahraga, riset dan inovasi, serta seni budaya.

Peringkat ini diperoleh dari pengolahan data oleh Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Puspresnas, yang mengumpulkan data prestasi mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Dr. Sujarwo, S.P., M.P., yang merupakan Direktur Kemahasiswaan UB, menyatakan, “Ini bukan hasil instan. Ada proses panjang yang melibatkan semua unsur universitas, mulai dari mahasiswa, pembina, hingga pimpinan kampus.”

Menurut Sujarwo, prestasi mahasiswa tidak hanya dilihat dari medali atau peringkat, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembinaan talenta yang berdampak positif bagi masyarakat. Puspresnas memiliki peran penting dalam menjamin kualitas kompetisi dan keabsahan data prestasi mahasiswa di tingkat nasional.

Dr. Sujarwo menjelaskan, “Puspresnas tidak hanya mencatat, tetapi juga mengkurasi lomba-lomba yang memenuhi standar nasional. Jadi, data prestasi yang dihimpun valid dan bisa dipertanggungjawabkan.” UB sendiri memiliki lebih dari 600 prestasi mahasiswa yang tercatat di pangkalan data tersebut, dengan partisipasi aktif dalam berbagai ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Kemdikbudristek maupun lembaga eksternal.

UB memiliki tiga pilar utama dalam pembinaan mahasiswa berprestasi:

  • Koordinasi Pembinaan: Tim pembina yang terdiri dari Wakil Rektor III, Direktorat Kemahasiswaan, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan di setiap fakultas rutin bersinergi untuk membina dan memfasilitasi mahasiswa.
  • Keterlibatan Organisasi Kemahasiswaan: Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan organisasi fakultas lainnya berperan dalam pengembangan potensi mahasiswa.
  • Dukungan Regulasi dan Apresiasi: UB memberikan reward dan kemudahan administratif kepada mahasiswa yang berprestasi, termasuk bimbingan akademik dan insentif.
  • Partisipasi mahasiswa dalam kompetisi bukan hanya untuk meraih medali, tetapi juga untuk membentuk karakter dan mental yang tangguh. Sujarwo menambahkan, “Mahasiswa yang berani ikut lomba dan menghadapi tekanan kompetisi sedang membangun daya tahan dan jiwa kepemimpinan, yang merupakan soft skill penting di dunia kerja.”

    Selain itu, UB saat ini sedang mengembangkan Satuan Kegiatan Mahasiswa (SKM) sebagai alat pencatatan resmi aktivitas pengembangan diri mahasiswa. Dengan SKM, mahasiswa dapat menunjukkan rekam jejak soft skill secara terverifikasi, seperti transkrip akademik.

    Namun, Sujarwo mengakui bahwa tantangan terbesar terletak pada validasi data yang masih terfragmentasi. “Kami ingin SKM itu tersistem dan terhubung dengan database kemahasiswaan. Ini sedang kami rancang,” ujarnya.

    Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi, UB menekankan pentingnya sinergi antara semua elemen kampus. Menurut Sujarwo, “Semua pihak harus kompak dalam kerja kolektif ini. Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja.”

    Ia juga mengingatkan mahasiswa UB untuk aktif dalam pengembangan diri melalui berbagai kegiatan positif, baik di dalam maupun di luar kampus. “Jangan hanya fokus pada akademik, tetapi kembangkan juga soft skill, kepemimpinan, dan semangat bertanding. Ini yang akan membuat kalian siap menghadapi dunia nyata,” tutupnya.(Arh)*

    library_books Arif Rahman Hakim / Foto / Dr Sujarwo, S P , M P , Direktur Kemahasiswaan Ub / Humas Ub