Kabupaten Malang - Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Malang menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Ketua Yayasan, Feni Aryanti, menyampaikan bahwa terdapat masalah-masalah yang harus diselesaikan untuk menjamin kemajuan yayasan dan kesejahteraan pengajarnya.
Pada Jumat, 11 Juli 2025, Feni Aryanti mengadakan sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) di Pendopo Agung Malang.
Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa dokumen AD/ART yang disahkan pada tahun 2005 belum pernah disosialisasikan dengan baik.
Ia baru menemukan dokumen tersebut setelah menjabat sebagai ketua yayasan pada Februari 2025.
"Hal ini menjadi masalah di lembaga pendidikan, yang berusaha mandiri tanpa pedoman yang jelas," katanya.
Feni juga menyebutkan beberapa isu lain, seperti keharusan tenaga pendidik untuk memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan belum terinputnya Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Pengelolaan aset lembaga juga menjadi perhatian. Banyak lembaga pendidikan di bawah yayasan masih menempati aset milik Pemerintah Kabupaten atau Desa tanpa status kepemilikan yang jelas.
"Itulah beberapa masalah yang kami hadapi, selain belum tersosialisasikannya AD/ART," tambahnya.
Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Malang saat ini menaungi 304 lembaga pendidikan, termasuk 9 Kelompok Bermain, 293 Taman Kanak-Kanak, 4 Sekolah Menengah Pertama, 1 Sekolah Menengah Atas, 3 Sekolah Menengah Kejuruan, dan 2 Sekolah Luar Biasa. Total tenaga pendidik yang terlibat berjumlah 1.323 orang.
Bupati Malang, HM Sanusi, yang juga hadir dalam sosialisasi tersebut, menekankan pentingnya pengelolaan lembaga secara profesional. Ia berjanji akan berdiskusi dengan instansi terkait untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi yayasan.
"Nanti akan ada pengawas yang berperan aktif, agar yayasan dapat dikelola secara profesional," ucap, Abah Sanusi.
Abah Sanusi menekankan bahwa AD/ART adalah fondasi penting bagi organisasi. Ia mendorong semua pihak untuk memahami AD/ART secara menyeluruh agar program dapat dijalankan dengan baik.
"Keberhasilan pengelolaan lembaga pendidikan tidak hanya bergantung pada sarana dan prasarana, tetapi juga pada kepemimpinan yang visioner dan kerja sama yang solid," tambahnya.
Ia juga mengapresiasi terlaksananya sosialisasi ini sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun organisasi yang adaptif dan profesional.
Bupati berharap Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Malang dapat menjadi pelopor dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.(df)*
Yayasan Dharma Wanita Kabupaten Malang pendidikan pengelolaan tantangan