Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pemkab Malang Kukuhkan Pengurus Dekranasda untuk Ekonomi Kreatif

KABUPATEN MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang menunjukkan komitmen yang serius dalam membangkitkan ekonomi kreatif lokal. Hal ini dilakukan melalui sinergi antara pelaku industri kecil menengah (IKM) dan sektor swasta. 

Salah satu langkah nyata adalah pengukuhan Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malang untuk periode 2025–2030.

Acara pengukuhan berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Jumat pagi, 11 Juli 2025. 

Dalam acara yang bertema "Berbagi Ceria Bersama Anak Yatim dan Bazar IKM" ini, Bupati Malang H.M. Sanusi dan Wakil Bupati Hj. Lathifah Shohib hadir dan menyampaikan pesan penting mengenai kemandirian ekonomi berbasis budaya.

Bupati Sanusi mengucapkan selamat kepada pengurus baru Dekranasda dan menyatakan, "Kita butuh semangat baru yang lebih kuat untuk terus mendorong produk-produk lokal agar lebih berdaya saing." 

Pesan ini menunjukkan harapan pemerintah untuk memperkuat produk lokal di pasaran.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Dekranasda Hj. Anis Zaidah Sanusi, para pejabat daerah, serta perwakilan dari sektor perhotelan, perbankan, dan restoran. Kehadiran mereka mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang menjadi kekuatan baru dalam pengembangan ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Hj. Anis Zaidah menekankan bahwa Dekranasda bukan hanya lembaga pembinaan, tetapi juga aktor utama dalam membentuk ekosistem kreatif yang dinamis. 

Ia menyatakan, "Dekranasda ke depan akan menjadi jembatan strategis antara pelaku IKM dan mitra usaha. Kami ingin produk-produk unggulan Kabupaten Malang bisa menjadi bagian dari rantai pasok ekonomi yang lebih luas."

Salah satu gagasan penting dari Bupati Sanusi adalah dukungan terhadap Batik Garudeya sebagai simbol dan identitas Kabupaten Malang. 

Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan batik ini bagian dari kehidupan sehari-hari, mulai dari seragam hingga souvenir promosi. 

"Batik Garudeya harus kita jadikan ikon. Ia bukan sekadar kain, tapi simbol cinta daerah dan penggerak ekonomi berbasis budaya," katanya.

Acara pengukuhan tidak hanya formalitas, tetapi juga diisi dengan senam bersama, pembagian kopi dan roti, serta bazar IKM yang menampilkan berbagai produk unggulan dari warga Malang. 

Kegiatan ini mencerminkan semangat kolektif antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku ekonomi lokal.

Puncak acara adalah kegiatan berbagi santunan untuk anak yatim, yang menekankan sisi kemanusiaan dan semangat berbagi dalam pembangunan daerah. Wakil Bupati Lathifah Shohib menegaskan, "Ini bukan sekadar pengukuhan, tetapi momentum mempererat kemitraan dan membangun solidaritas. Kami ingin semua sektor menjadi bagian dari gerakan ekonomi lokal yang inklusif."

Pemerintah Kabupaten Malang berharap pengurus baru Dekranasda mampu membuka jalan kemitraan yang lebih luas. 

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi IKM lokal melalui jejaring yang lebih profesional. 

Bupati Sanusi menambahkan, "Beri ruang seluas-luasnya bagi pelaku IKM untuk tumbuh. Jadikan hotel, restoran, dan perusahaan di Malang sebagai etalase produk lokal. Ini penting untuk membangun ekonomi daerah yang inklusif dan mandiri."

Dengan pengukuhan ini, diharapkan akan ada kepemimpinan baru yang strategis dalam membangun ekonomi kerakyatan di Kabupaten Malang dengan pendekatan budaya, kolaboratif, dan berkelanjutan.(df)*

library_books Dafa Wahyu Pratama/prokopim