Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pertunjukan Topeng Panji Mangu Hibur Generasi Z di Kota Malang

Malang, 13 Juli 2025 – Masyarakat Kota Malang merasakan pesona seni tradisional melalui pertunjukan "Topeng Panji Mangu" digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. Acara ini berlangsung di Taman Krida Budaya pada malam Minggu dan berhasil menarik ribuan penonton.

Pertunjukan ini menampilkan sekitar 40 penari dari berbagai sanggar seni di Malang Raya, dengan durasi sekitar satu jam. 

Pertunjukan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembalikan kejayaan kesenian Panji di Jawa Timur.

Dimas Bagus Atmanandi, penanggung jawab acara, menjelaskan bahwa tujuan dari pertunjukan ini adalah untuk menarik minat generasi muda agar lebih mencintai seni budaya mereka sendiri. 

"Topeng Malangan diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menarik generasi muda agar mencintai keseniannya sendiri," katanya.

Selain itu, Dimas juga menambahkan bahwa pertunjukan telah disesuaikan agar lebih mudah dipahami dan dinikmati oleh generasi muda, sehingga dapat membangkitkan minat mereka terhadap pelestarian seni tradisional.

"Topeng Malangan tidak hanya menyampaikan cerita, tetapi juga mengandung filosofi dalam setiap gerakan tari dan kisah yang disajikan," ucapnya.

Kepala Disbudpar Jawa Timur, Evy Afianasari, menyatakan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan seniman untuk menghadirkan pertunjukan yang lebih segar dan relevan untuk generasi Z. 

"Generasi Z menempati posisi strategis di masa depan. Tugas kami adalah mengingatkan kembali bahwa Jawa Timur kaya akan tradisi," kata, Evy.

Dia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan seniman terus dilakukan untuk menciptakan ide dan konsep pertunjukan yang kekinian, namun tetap menjaga keaslian cerita Topeng Malangan. 

Disbudpar Jatim juga telah melakukan kajian bersama para ahli budaya dan sejarah untuk memperkuat branding kesenian Panji Malangan di tingkat regional dan nasional.

Pertunjukan Topeng Malangan sering diadakan di Taman Krida Budaya Malang dan Gedung Cak Durasim Surabaya sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.

Mohammad Yasin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim, juga mengapresiasi antusiasme generasi muda dalam pertunjukan ini. 

Ia berpesan agar seniman dapat menyesuaikan penyajian seni budaya dengan selera anak muda masa kini. 

"Ini bukan sekadar tampil, tetapi juga harus memiliki nilai estetika dan pengelolaan yang sesuai dengan selera zaman," ungkapnya, dalam sambutannya.

Yasin juga menekankan pentingnya kesenian Panji, yang tidak hanya mengisi ruang budaya Jawa Timur, tetapi juga kawasan ASEAN. 

Naskah-naskah cerita Panji bahkan telah diakui sebagai bagian dari Memory of the World oleh UNESCO sejak 2017.(df)*

library_books Dafa Wahyu Pratama