KABUPATEN MALANG – Pada Minggu malam, (20/2025), ribuan warga berkumpul di Lapangan Polres Malang untuk menyaksikan pertunjukan budaya bertajuk Kresno Gugah. Acara ini diselenggarakan sebagai peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dan bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat.
Pertunjukan wayang kulit ini tidak hanya merupakan seni, tetapi juga sebuah momen penting untuk rekonsiliasi budaya.
"Kami ingin Hari Bhayangkara menjadi momentum mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat. Pagelaran ini dari masyarakat untuk masyarakat, menjadi wadah edukasi sekaligus pelestarian budaya." ungkap Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo.
Dalang muda, Ki Muhammad Pamungkas Prasetyo Bayu Aji, yang merupakan putra dari maestro wayang Ki Anom Suroto, memimpin pertunjukan.
Ia memberikan nuansa baru dalam menyampaikan pesan moral dan kebangsaan melalui cerita pewayangan.
Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan pelawak Gareng Semarangan, sinden Elisha Orcarus Allaso, stand-up comedian Akbar Kobar, dan penyanyi Bang Baron.
Suasana semakin hangat dengan iringan gamelan dan tawa penonton yang terhibur oleh cerita yang disajikan.
Selain pertunjukan, Polres Malang juga mengadakan Lomba Lukis yang menarik perhatian banyak perupa dari berbagai kota.
Sugeng Suripno dari Lamongan berhasil meraih juara pertama dan mendapatkan hadiah sebesar Rp 6 juta.
Dua posisi selanjutnya diraih oleh Ahmad Sholeh dari Pekalongan dan Mohamad Syafii Karim dari Kota Malang.
"Lomba ini bukan soal menang, tetapi menjadi ruang ekspresi. Inilah bentuk cinta tanah air melalui seni. Kami ingin Polri hadir sebagai bagian dari masyarakat yang menghargai kreativitas." kata, AKBP Danang.
Sebelum pertunjukan dimulai, Polres Malang juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu dari berbagai penjuru Kabupaten Malang.
Hal ini menunjukkan sisi humanis dari institusi kepolisian dalam momen peringatan hari jadinya.
Acara berlangsung dengan pengamanan yang ketat namun tetap kondusif. Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, tokoh agama, budayawan, dan masyarakat umum turut hadir dan berbaur dalam acara tersebut.
Pagelaran Kresno Gugah bukan sekadar ajang seremonial. Ini adalah pendekatan kultural Polri terhadap masyarakat, menghargai tradisi, membuka ruang dialog, dan merajut kebersamaan dalam bingkai budaya. Dalam era di mana kepercayaan publik terhadap institusi negara sedang diuji, pendekatan seperti ini patut diapresiasi dan dilanjutkan.(mul)*
Polres Malang Wayang Kulit Kresno Gugah Budaya Edukasi