KABUPATEN MALANG – Warga Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, digemparkan dengan tragedi keluarga yang memilukan pada Selasa, 22 Juli 2025. Dalam insiden ini, seorang perempuan bernama Iin Handayani (39) ditemukan tewas dengan luka-luka di dalam rumah, sementara suaminya, Arik Wicaksono (41), ditemukan tewas gantung diri tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh ayah Iin, Kasum (76), yang tinggal bersama pasangan tersebut.
Kasum mengatakan bahwa pada pagi hari, Iin berpamitan untuk berjualan di SDN Ketindan 3. Ia kemudian kembali ke rumah untuk mengambil tasnya.
Tidak lama setelah itu, Kasum mendengar suara rintihan kesakitan dari dalam rumah.
"Saya dengar anak saya merintih. Saat saya masuk, dia sudah tergeletak di kamar anaknya, tertutup selimut, dan ada luka-luka terbuka di tubuhnya. Saya langsung minta tolong ke tetangga," ungkap, Kasum.
Ketika mencari Arik, Kasum menemukan suaminya sudah tergantung di kamar belakang rumah dalam keadaan meninggal dunia.
Perangkat desa setempat, Achmad Subari Noto Siswanto (34), yang mendapat laporan dari Kasum, segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.
"Kejadian ini sangat mengejutkan dan membuat kami semua terpukul. Kami langsung lapor ke Polsek Lawang begitu tahu kondisinya," katanya.
Kapolsek Lawang, AKP Moch Lutfhi, bersama tim Inafis Polres Malang segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil awal, dugaan kuat mengarah pada tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada pembunuhan dan bunuh diri.
Polisi menemukan barang bukti yang cukup mencengangkan, antara lain dua bilah belati (salah satunya dalam kondisi patah), tali tampar putih, serta barang-barang pribadi korban dan pelaku, termasuk tiga ponsel dan seprai bercak darah.
"Kami menemukan barang bukti yang menguatkan dugaan bahwa pelaku sempat melakukan kekerasan menggunakan senjata tajam sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Namun kami masih menunggu hasil autopsi dan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi utuhnya," jelas, Kapolsek.
Keluarga menyatakan bahwa pertengkaran antara Iin dan Arik sudah terjadi malam sebelumnya.
Pertengkaran ini diduga dipicu oleh keinginan Arik untuk meminjam sepeda motor istrinya, namun ditolak karena Iin khawatir tidak pulang.
Iin dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.00 WIB di RSUD Lawang akibat luka parah yang dideritanya.
Peristiwa ini menjadi sorotan warga sekitar dan memunculkan kembali kekhawatiran mengenai kekerasan dalam rumah tangga yang kerap tidak terpantau. Beberapa warga menyesalkan bahwa pasangan tersebut tampak baik-baik saja dan tidak menunjukkan tanda-tanda konflik serius.
"Kami tidak menyangka, mereka terlihat seperti keluarga normal. Ini jadi pelajaran bagi kami semua untuk lebih peduli terhadap kondisi keluarga di sekitar," ucap seorang warga setempat.
Pihak kepolisian masih mendalami motif pasti di balik insiden ini. Sementara jenazah keduanya sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Dusun Tegalrejo dan menyoroti pentingnya pendekatan preventif terhadap persoalan rumah tangga, termasuk dukungan psikologis dan akses konsultasi keluarga di tingkat desa.(df)*
tragedi keluarga kekerasan bunuh diri Malang Desa Ketindan