KOTA MALANG - Warga Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas (Mr. X) yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Brantas. Penemuan ini terjadi pada Selasa sore, 22 Juli 2025, di Jl. Tlogo Suryo RT 03 RW 02.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.10 WIB oleh dua orang warga, Amin dan Rizki, yang sedang memancing.
Saat memancing, mereka melihat benda mencurigakan mengapung di sungai.
Ketika didekati, ternyata itu adalah tubuh manusia. Rizki segera melaporkan penemuan ini kepada ketua RT dan RW setempat, yang kemudian meneruskan informasi kepada Lurah Tlogomas.
"Saat itu saya hendak memancing, lalu melihat ada benda mencurigakan mengapung di sungai. Setelah saya dekati, ternyata itu tubuh manusia. Saya langsung lapor ke RT dan RW," kata Rizki, saksi mata di lokasi kejadian.
Tak lama setelah laporan, sekitar pukul 16.20 WIB, Lurah Tlogomas tiba di lokasi dan menghubungi pihak Polsek Lowokwaru serta Bhabinkamtibmas untuk meminta bantuan.
Tim gabungan dari Polsek Lowokwaru, relawan Malang, dan satu unit ambulans tiba di lokasi sekitar pukul 16.55 WIB.
Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh gabungan tim relawan, aparat kepolisian, Babinsa Tlogomas, dan warga setempat pada pukul 17.45 WIB.
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum guna mengidentifikasi dan mengetahui penyebab kematian.
Menurut keterangan dari Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan identifikasi melalui Tim Inafis Polresta Malang Kota.
"Identitas korban belum diketahui. Kami masih menunggu hasil visum serta pemeriksaan lebih lanjut dari tim Inafis. Jika ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, bisa segera melapor ke kami," ungkapnya.
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus penemuan mayat di aliran Sungai Brantas, yang dikenal sebagai lokasi rawan karena kurangnya pengawasan di sepanjang bantaran sungai.
Menanggapi situasi ini, pihak Kelurahan Tlogomas bersama aparat keamanan dan relawan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar sungai.
Koordinasi lintas sektor mulai dari RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan akan digalakkan untuk menyusun langkah pencegahan dini.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, serta para ketua RT dan RW untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan mencegah warga, terutama anak-anak, bermain atau beraktivitas terlalu dekat dengan aliran sungai," jelas Arwanto, Lurah Tlogomas.
Hingga berita ini diturunkan, identitas jenazah masih belum diketahui, dan pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui atau kehilangan anggota keluarga sejak beberapa waktu terakhir.(df)*
mayat Tlogomas Sungai Brantas penemuan identitas