Jombang - Seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojoagung, Kabupaten Jombang, telah mengundurkan diri. Kementerian Agama (Kemenag) Jombang menyatakan bahwa mereka masih menunggu petunjuk teknis dari Kanwil Kemenag Jawa Timur untuk proses penggantiannya.
Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, mengkonfirmasi bahwa guru PAI yang mengundurkan diri adalah seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenag Jombang.
"Ya, kami sudah menerima informasi tersebut. Guru PAI itu memang berasal dari lingkup Kemenag Jombang," kata Muhajir pada Jumat, (1/8/2025).
Pengunduran diri guru tersebut terjadi pada awal tahun pelajaran 2025/2026 yang dimulai pada 14 Juli lalu.
Menurut informasi yang diterima Kemenag, pengunduran diri ini disebabkan oleh faktor kesehatan.
"Beliau tidak bisa tinggal di asrama untuk mendampingi anak-anak karena kondisi kesehatannya. Jadi dengan berat hati mengundurkan diri," jelasnya.
Terkait hal ini, Kemenag Jombang sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Timur, namun hingga kini belum mendapatkan jawaban resmi.
"Sudah kami konsultasikan ke Kanwil, tapi masih menunggu jawaban. Termasuk soal juknis penggantian guru PAI Sekolah Rakyat ini." tambah Muhajir
Sejak awal perekrutan, Kemenag diminta untuk menugaskan guru PAI yang memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Kemenag.
Dari tiga kandidat yang ada, satu guru terpilih, namun kemudian mengundurkan diri.
"Kami juga punya guru PAI dengan NIP dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang. Jika diperbolehkan oleh Kanwil, akan kami usulkan sebagai pengganti," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Jombang, Andik Minarto, memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun belum ada guru PAI definitif.
"Untuk sementara tidak ada kendala. Karena materi umum belum dimulai, dan pelajaran agama bisa ditangani oleh wali asuh," terang Andik.
Sebelumnya, Sekolah Rakyat Terintegrasi Jombang juga menghadapi kendala awal. Seorang siswa dan satu guru dilaporkan mengundurkan diri dari kegiatan belajar di lokasi yang dipusatkan di SKB Mojoagung.
Andik menyebutkan bahwa siswa tersebut mengundurkan diri karena alasan pribadi dan belum bisa beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
"Hingga saat ini ada satu siswa yang mengundurkan diri. Alasannya karena homesick atau belum kerasan. Tapi kami masih melakukan pendekatan agar dia bisa kembali bergabung," jelasnya.(lok)*
Guru PAI SKB Mojoagung Kemenag Jombang pengunduran diri pendidikan