Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pemkot Malang Dorong PT KAI Sediakan Shelter Ojek Online di Stasiun

KOTA MALANG - Penataan transportasi di sekitar Stasiun Malang kembali menjadi perhatian. Rencana revitalisasi oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya dianggap belum lengkap karena belum menyediakan fasilitas penting seperti area parkir yang memadai dan shelter khusus untuk ojek online (ojol). 

Akibatnya, para pengemudi ojol sering kali berhenti di tempat sembarangan saat menaikkan penumpang, meskipun sudah ada rambu lalu lintas yang jelas. Kondisi ini menyebabkan kemacetan di sekitar stasiun, terutama saat kereta datang dan pergi. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima desain pembangunan dari KAI Daop 8, termasuk rencana pengaturan pintu masuk dan keluar stasiun. 

"Ke depan, pintu masuk akan dipindahkan ke sebelah utara, dan pintu keluar di bagian selatan. Tujuannya agar lalu lintas di kawasan stasiun menjadi lebih lancar," ujarnya. 

Selain itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyarankan agar dipasang pagar pembatas di depan stasiun untuk mencegah penumpang dan pengemudi berhenti di tengah jalan. 

"Pagar ini penting agar mereka tidak menyeberang sembarangan dan berhenti di tempat yang bisa mengganggu lalu lintas," tambahnya. 

Terkait shelter ojol, Widjaja menegaskan bahwa penyediaan fasilitas ini adalah tanggung jawab PT KAI. 

Meski begitu, pemerintah kota akan mengajukan masukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, karena izin pembangunan shelter berada di wilayah provinsi. 

Ia juga menambahkan bahwa masalah utama bukan hanya fasilitas, tetapi juga perilaku pengemudi dan penumpang. 

"Aturannya sudah jelas, tetapi mereka masih sering melanggar rambu lalu lintas, seperti berhenti di zebra cross, tikungan, atau trotoar di depan stasiun," jelasnya. 

Widjaja berharap, revitalisasi stasiun tidak hanya membuat kawasan menjadi lebih rapi, tetapi juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga dan wisatawan. 

"Stasiun adalah gerbang masuk kota, jadi penataannya harus bagus agar orang yang datang dari luar punya kesan positif terhadap Malang," pungkasnya. 

Ia juga mengingatkan agar ojol dan masyarakat mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.(df)*

library_books Dafa Wahyu Pratama /dishub