Pendidikan – Webinar bertajuk “Lebih dari Sekadar Ramah, Membangun Budaya Service Excellence di Setiap Profesi” pada Jumat (14/11/2025) lalu. Kegiatan yang digelar secara daring via Zoom Meeting ini menghadirkan Endah Lestari, dosen Program Studi Destinasi Pariwisata sekaligus entrepreneur, sebagai narasumber utama.
Dalam wawancara eksklusif dengan malangraya.pikiran-rakyat.com usai mengajar di kampus Poltekom, pada Selasa (18/11/2025), Endah menegaskan bahwa service excellence merupakan fondasi penting bagi seluruh profesi, khususnya di bidang pelayanan dan jasa.
“Webinar ini membahas bahwa service excellence bukan hanya sekadar ramah. Semua profesi memerlukan budaya pelayanan yang baik, apalagi dunia jasa,” tegas Endah.
Menurut Endah, dalam dunia pariwisata dan hospitality, pelayanan bukan sekadar pelengkap, melainkan identitas utama. “Di jurusan Destinasi Pariwisata, hospitality itu tidak bisa dilepaskan. Pelayanan adalah hal utama,” imbuhnya.
Dia menekankan bahwa budaya pelayanan yang unggul tidak muncul secara instan, melainkan dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil di lingkungan terdekat.
“Pelayanan itu dimulai dari diri sendiri. Dari diri sendiri ini kemudian diterapkan ke customer. Di kampus misalnya, kita mulai dari menyapa mahasiswa, terbiasa say hello, tersenyum, dan ramah walaupun baru kenal,” papar Endah.
Endah mengungkapkan fakta kritis dalam penerapan service excellence: seringkali kegagalan terjadi akibat kurangnya keteladanan dari pimpinan.
“Kadang kita sudah menerapkan service excellence sebaik mungkin, tapi ketika bertemu pimpinan ternyata tidak ada contoh yang sama. Kita sudah senyum, tapi tidak dibalas. Itu membuat upaya terasa sia-sia,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa budaya pelayanan tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan staf atau bawahan tanpa dukungan dan keteladanan nyata dari pimpinan organisasi.
Endah juga menyoroti tantangan penerapan service excellence di era digital yang semakin menggerus interaksi personal.
“Karena terbiasa dengan HP, kepedulian dengan lingkungan jadi menurun. Misalnya duduk bersama tanpa HP bisa membuat kita nyaman mengobrol. Tapi kalau semua pegang HP, komunikasi tidak terjadi seperti yang diharapkan,” ujarnya.
Service excellence, lanjut Endah, menuntut kepekaan, perhatian, dan interaksi yang tulus yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
“Service excellence harus identik dengan kepedulian dan keramahan. Itu tidak bisa digantikan oleh teknologi,” tegasnya.
Endah berharap prinsip service excellence dapat diimplementasikan secara lebih luas di berbagai sektor, mulai dari dunia kerja, pendidikan, hingga pelayanan publik.
Dengan menanamkan budaya ramah, peduli, dan profesional, kualitas layanan di berbagai sektor diyakini akan meningkat signifikan.
“Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan saat webinar bisa bermanfaat bagi semua profesi. Karena pelayanan itu kebutuhan dasar di dunia kerja,” tutup Endah.
Webinar ini menjadi bukti komitmen Poltekom dalam membekali mahasiswa dan masyarakat dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja terkini, khususnya dalam membangun budaya pelayanan yang unggul di setiap profesi.(df)*
#webinar#eradigital#gadget#poltekom#prodidespar