Seni-Budaya - Pagelaran Seni Citra SMANTI (PSCS) 2025 digelar oleh SMAN 3 Kota Malang berhasil catatkan transformasi konsep besar, dari sekadar pentas seni sekolah menjadi festival musik profesional bertaraf nasional. Dengan mengusung tema "Make It Last Forever", event ini menjadi bukti peningkatan kualitas ekosistem seni di lingkungan pendidikan Kota Malang.
Dr. Sasongko, Kepala SMAN 3 Malang, tegaskan bahwa PSCS bukan sekadar ajang pamer karya, melainkan laboratorium kepemimpinan dan organisasi bagi siswa.
"PSCS dirancang sebagai medium pembelajaran lengkap - mulai dari perencanaan, produksi, hingga eksekusi event berskala besar. Ini adalah implementasi nyata pendidikan holistic dalam mengembangkan potensi siswa," terangnya.
PSCS 2025 kali ini sangat berbeda karena pendekatannya berbasis riset yang dilakukan panitia siswa.
Davina Apple Sanyoto, Ketua Panitia PSCS 2025, mengungkapkan bahwa konsep festival musik dipilih setelah melakukan penelitian mendalam terhadap minat dan bakat angkatannya.
"Kami tidak asal memilih konsep. Setelah melakukan riset, ternyata angkatan kami sangat kuat di bidang musik. Karena itu, kami berani mengangkat format festival yang biasanya diselenggarakan promoter profesional," jelas Davina penuh semangat.
Pagelaran berlangsung megah ini menampilkan berbagai pertunjukan spektakuler, mulai dari teatrikal yang menceritakan awal mula PSCS oleh putra-putri Bhawikarsu, hingga penampilan musik dari berbagai unit seni andalan sekolah.
Dan yang paling dinantikan adalah penampilan special guest star Yovie & Nuno dan Maliq & D'Essentials, sebuah pencapaian luar biasa untuk event tingkat SMA.
"Kehadiran artis nasional bukan sekadar untuk menarik pengunjung, tetapi sebagai bukti bahwa siswa SMA mampu menyelenggarakan event berstandar industri," imbuhnya.
Keberhasilan PSCS 2025 ini membuka peluang untuk menjadi agenda tahunan tetap SMAN 3 Malang.
"Apabila kegiatan ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan bakat siswa, sangat mungkin PSCS akan menjadi calendar event tetap yang dinanti-nantikan," tegas Dr. Sasongko.
Transformasi PSCS dari pentas seni konvensional menuju festival musik profesional menunjukkan bahwa pendidikan seni di Kota Malang telah memasuki era baru, di mana siswa tak hanya sebagai peserta, tetapi sebagai kurator dan produser event seni yang berkualitas.(mul)*
#PSCS#SMA3KotaMalang#pentasseni#musiklegendaris#festivalmusik