Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Menlu Jerman dan Prancis Kunjungi Pemerintah Baru Suriah

Menlu Jerman, Annalena Baerbock, telah melakukan kunjungan ke Damaskus, ibu kota Suriah, untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintahan baru yang dibentuk oleh kelompok pemberontak. Dalam kunjungan ini, Baerbock didampingi oleh Menlu Prancis, Jean-Noël Barrot.

Barrot menyatakan di media sosial bahwa, "Bersama, Prancis dan Jerman berdiri di samping rakyat Suriah, dalam segala keragamannya." Pernyataan ini menunjukkan dukungan kedua negara terhadap rakyat Suriah yang tengah mengalami perubahan.

Baerbock menjelaskan bahwa hubungan antara pemerintah baru Suriah dan Jerman serta Uni Eropa bergantung pada hak perempuan dan laki-laki dari semua latar belakang etnis dan agama untuk berpartisipasi dalam sistem politik baru Suriah. Hal ini penting untuk menciptakan pemerintahan yang inklusif dan adil bagi seluruh rakyat Suriah.

Dalam perkembangan terbaru, pemimpin Hayat Tahrir al-Sham (HTS), Ahmad al-Sharaa, kini dianggap sebagai kepala pemerintahan transisi Suriah setelah kelompok pemberontak berhasil menggulingkan rezim Assad.

Pemerintah Barat kini sedang mempertimbangkan cara terbaik untuk berinteraksi dengan kepemimpinan baru Suriah. Namun, HTS telah dikenakan sanksi oleh Uni Eropa dan banyak negara Barat menganggap kelompok ini sebagai organisasi teroris.

Saat ini, lebih dari 970.000 orang Suriah tinggal di Jerman. Dari jumlah tersebut, lebih dari 700.000 orang telah mendapatkan status pengungsi. Namun, sehari setelah jatuhnya rezim Assad, pemerintah Jerman menghentikan semua permohonan suaka dari warga Suriah.

Kunjungan ini menunjukkan bahwa negara-negara Eropa mulai kembali membuka dialog dengan Suriah, meskipun situasi politik di negara tersebut masih kompleks dan penuh tantangan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi tautan di bio.

Foto kredit: dpa

library_books Dwnews