Pemerintah Venezuela baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menawarkan hadiah sebesar $100.000 untuk informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Edmundo González Urrutia, seorang calon oposisi yang sangat kontroversial.
González Urrutia mengklaim bahwa ia sebenarnya telah mengalahkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dalam pemilihan yang berlangsung pada bulan Juli lalu. Namun, setelah sebuah pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya terkait pemilu, ia memutuskan untuk meninggalkan negara itu pada bulan September.
Setelah pengumuman pemerintah, González Urrutia menyatakan bahwa ia akan memulai tur internasional, yang akan diawali dengan kunjungannya ke Argentina. Di sana, ia dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Javier Milei.
González Urrutia berjanji untuk kembali ke Venezuela dan dilantik sebagai presiden pada tanggal 10 Januari, menggantikan Maduro, yang juga dijadwalkan untuk mengambil sumpah pada hari yang sama dengan dukungan militer.
Pada bulan Juli tahun lalu, Maduro mengklaim bahwa ia memenangkan pemilihan presiden, tetapi pihak oposisi menuduh adanya kecurangan. Mereka berpendapat bahwa hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa González Urrutia seharusnya yang menang.
Kekurangan transparansi dalam proses pemilihan ini memicu protes di seluruh dunia. Otoritas pemilihan tidak menyediakan rincian penghitungan suara yang jelas. Hal ini membuat Maduro meminta pengadilan tinggi, yang dipenuhi dengan loyalis partai yang berkuasa, untuk melakukan audit terhadap hasil pemilu tersebut. Setelah audit, pengadilan tetap menegaskan kemenangan Maduro.
Venezuela Edmundo González Urrutia hadiah pemilihan oposisi