Presiden Venezuela yang sedang menjabat, Nicolas Maduro, baru saja dilantik untuk masa jabatan ketiga selama enam tahun. Pelantikan ini berlangsung di tengah situasi yang tidak stabil di dalam negeri, dengan banyaknya protes yang menolak kepemimpinannya. Salah satu protes terbesar terjadi pada hari Kamis ketika pemimpin oposisi, Maria Corina Machado, ditangkap secara singkat.
Pemilu yang berlangsung pada bulan Juli lalu dilaporkan penuh dengan ketidakjelasan dan banyak tuduhan kecurangan. Pemerintahan Maduro tidak mempublikasikan rincian suara yang diperoleh, sementara oposisi mengklaim bahwa hasil sementara yang mereka rilis menunjukkan bahwa hasil resmi pemilu tidak akurat.
Sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Spanyol, dan Parlemen Eropa, menyatakan bahwa pemilihan kembali Maduro tidak sah. Mereka mengakui Edmundo Gonzalez Urrutia, calon oposisi yang kini berada dalam pengasingan, sebagai presiden terpilih yang sah.
Dengan situasi ini, negara-negara Barat memperketat sanksi terhadap pemerintahan Maduro. Amerika Serikat bahkan meningkatkan hadiah untuk penangkapan Maduro menjadi 25 juta dolar AS. Selain itu, mereka juga menjatuhkan sanksi kepada delapan pejabat Venezuela lainnya. Di antara yang baru dikenakan sanksi adalah Hector Obregon, yang baru saja diangkat sebagai kepala perusahaan minyak negara PDVSA, serta Menteri Transportasi Ramon Velasquez.
Konflik politik di Venezuela terus berlanjut, dan banyak masyarakat menantikan perkembangan selanjutnya dari situasi ini.
Nicolas Maduro Venezuela pemilu protes kecurangan