Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Ayah Tahanan Israel Tuding PM Netanyahu Lakukan Kejahatan Perang

Yehuda Cohen, ayah dari prajurit Israel berusia 19 tahun, Nimrod Cohen, mengungkapkan tuduhan serius terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia menuduh Netanyahu melakukan "kejahatan perang" dalam sebuah diskusi bersama keluarga tahanan di Knesset, Senin lalu. Pernyataan ini mengejutkan banyak anggota parlemen dan memicu kemarahan dari beberapa pihak.

Cohen menjelaskan bahwa Netanyahu memperpanjang konflik di Gaza demi kepentingan pribadinya. Ia berpendapat bahwa tindakan ini tidak hanya merugikan warga Gaza, tetapi juga membahayakan nyawa prajurit IDF, termasuk putranya yang saat ini ditahan.

Salah satu anggota Knesset dari partai Likud, Eliyahu Revivo, membalas pernyataan Cohen dengan mengatakan, "Jika Anda terus berbicara sembarangan, Anda akan membuat anak Anda terkurung di penjara Hamas untuk bertahun-tahun yang lebih lama." Balasan ini menunjukkan betapa sensitifnya situasi ini bagi para legislator yang mendukung pemerintah.

Cohen juga menyatakan dukungannya terhadap hukum internasional, termasuk surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional terhadap Netanyahu. Ia merasa bahwa pemerintah Israel telah mengkhianati negara dan rakyatnya sendiri.

Dalam pernyataannya, Cohen mengkritik pemerintah sayap kanan, yang ia anggap lebih mementingkan ideologi "membunuh" daripada menyelamatkan nyawa. Ia berpendapat bahwa pembangunan pemukiman ilegal dan kematian prajurit lebih dianggap berharga daripada menyelamatkan nyawa manusia.

"Partai Anda hanya peduli pada kematian. Hanya karena Orit Strook memutuskan untuk mengorbankan anak-anaknya, bukan berarti saya harus mengorbankan anak saya, atau setiap keluarga lain di negara ini harus mengorbankan anak mereka demi ideologi yang bertentangan dengan hukum internasional," tambah Cohen.

Ia kemudian menyebut tindakan tersebut sebagai "fasisme" merujuk pada menteri pemukiman. Seruan Cohen untuk memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional mencerminkan keresahan banyak orang yang merasa terpinggirkan oleh kebijakan pemerintah saat ini.

Kejadian ini menyoroti ketegangan yang meningkat antara pemerintah Israel dan keluarga para tahanan, serta pentingnya dialog mengenai hukum dan etika dalam konflik yang berkepanjangan.

library_books Middleeasteye