Pada tahun 2025, Gürteltier atau hewan berkantung yang unik ini terpilih menjadi hewan kebun binatang tahun ini. Penunjukan ini diumumkan oleh Zoologische Gesellschaft für Arten- und Populationsschutz yang berpusat di Landau, Jerman. Tujuan utama dari aksi tahunan ini adalah untuk menarik perhatian masyarakat terhadap spesies yang terancam punah di alam liar dan mendorong perlindungannya.
Menurut informasi yang diberikan oleh Zoologische Gesellschaft, gürteltier, yang memiliki hubungan dekat dengan faultier dan ameisenbären, hanya ditemukan di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Sayangnya, mereka saat ini menghadapi banyak ancaman, terutama akibat perburuan dan kerusakan lingkungan. "Jumlah gürteltier semakin menurun dengan cepat di sebagian besar wilayah," ungkap organisasi ini.
Salah satu faktor yang mengancam keberadaan gürteltier adalah meningkatnya penggunaan pestisida di bidang pertanian, yang berdampak pada makanan utama mereka, yaitu serangga. Selain itu, perburuan oleh manusia juga menjadi masalah besar bagi kelangsungan hidup mereka.
Gürteltier memiliki pelindung tubuh yang terdiri dari beberapa pelat tulang yang fleksibel. Beberapa dari 23 spesies gürteltier bahkan bisa menggulung diri mereka saat merasa terancam. Menurut legenda, mereka juga mampu menangkis peluru. Hewan ini termasuk dalam kelompok mamalia tertua dalam sejarah evolusi. Mereka memiliki kebiasaan menggali terowongan bawah tanah dan dapat hidup di berbagai habitat, mulai dari padang rumput hingga hutan hujan tropis.
Dengan penunjukan gürteltier ini, organisasi dan kebun binatang berencana mengumpulkan dana untuk proyek-proyek perlindungan yang dilakukan oleh mitra mereka. Hal ini diharapkan dapat membantu melestarikan spesies yang terancam punah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keberagaman hayati.
Gürteltier hewan kebun binatang perlindungan spesies terancam punah