Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

IDXCarbon Siap Luncurkan Perdagangan Karbon Internasional

Bursa Karbon Indonesia atau yang lebih dikenal dengan IDXCarbon, akan memulai perdagangan karbon internasional. Pengumuman resmi mengenai hal ini telah dipublikasikan di situs resmi IDXCarbon. Menurut informasi tersebut, unit karbon akan ditawarkan di pasar internasional dan dapat diperjualbelikan oleh entitas dari berbagai negara, dengan waktu mulai perdagangan yang dijadwalkan pada 20 Januari 2025.

Dalam pengumumannya, IDXCarbon menyatakan, “IDXCarbon membuka kesempatan bagi partisipan internasional untuk bergabung dalam perdagangan kredit karbon internasional.” Pernyataan ini menunjukkan adanya peluang besar bagi negara lain untuk ikut serta dalam perdagangan karbon di Indonesia.

Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai penyelenggara IDXCarbon, mencatat bahwa volume perdagangan perdana kredit karbon telah mencapai 1 juta ton CO2 ekuivalen (tCO2e). Angka ini merupakan total kumulatif sejak bursa karbon diluncurkan pada 26 September 2023. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2024, jumlah pengguna jasa IDXCarbon telah mencapai 100 pengguna.

Menurut Perpres 98 Tahun 2021 dan Permen LHK Nomor 21 Tahun 2022, terdapat mekanisme otorisasi dari Menteri yang diperlukan untuk kredit karbon yang akan diperdagangkan kepada pihak asing. Jeffrey mengungkapkan bahwa pada 20 Januari 2025, perdagangan perdana untuk kredit karbon yang telah mendapat otorisasi tersebut akan dilaksanakan.

“Kementerian Lingkungan Hidup sedang dalam proses pemberian otorisasi. Namun, kami belum mengetahui secara pasti berapa volume yang akan tersedia untuk diperdagangkan,” kata Jeffrey. Proyek yang akan mendapatkan otorisasi ini, diantaranya adalah proyek milik grup PLN yang telah terdaftar di SRN dan IDXCarbon.

Ia juga menambahkan bahwa pembukaan pasar internasional untuk pertama kalinya ini disambut dengan antusias yang tinggi dari banyak pihak. “Kami telah menerima banyak pertanyaan baik dari media asing maupun calon pembeli asing. Namun, untuk transaksi konkret, kita masih harus menunggu beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

Di awal tahun 2025, IDXCarbon juga akan menambahkan 3 proyek unit karbon yang berbentuk Sertifikat Pengurangan Emisi-Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). Proyek pertama berasal dari PT PLN Indonesia Power yang mencatatkan unit karbon dari proyek Pengoperasian Pembangkit Listrik.

library_books Idx Channel