Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menghadapi kritik setelah mengeluarkan pernyataan pada Rabu malam yang menyambut gencatan senjata di Gaza. Namun, dalam pernyataannya, Starmer mengingatkan "pembantaian orang-orang Yahudi" sambil menyatakan bahwa orang-orang Palestina "kehilangan nyawa".
Bahasa yang digunakan dalam pernyataan tersebut menuai perhatian, terutama perbedaan cara menggambarkan korban dari kedua belah pihak. Aktivis mengklaim bahwa media dan pemerintah seringkali meremehkan jumlah kematian warga Palestina.
Salah satu hal yang menjadi perdebatan adalah ketidakjelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kematian warga Palestina, yang sebagian besar disebabkan oleh Israel. Selain itu, penggunaan kalimat pasif dalam menggambarkan kematian tersebut juga dipertanyakan.
Middle East Eye telah menghubungi Downing Street untuk menanyakan bagaimana Perdana Menteri percaya bahwa warga Palestina yang disebutnya itu meninggal. Namun, hingga saat ini, Downing Street belum memberikan tanggapan.
Dalam pernyataannya, Starmer memberikan penghormatan kepada "warga Inggris yang dibunuh oleh Hamas", tanpa menyebutkan tentang warga Inggris yang tewas akibat serangan Israel, termasuk tiga pekerja bantuan di Gaza pada bulan April lalu. Militer Israel menyebut kematian tersebut sebagai "kesalahan yang sangat serius" pada waktu itu.
Ketika berbicara tentang Hamas dan korban Israel, Starmer menggunakan retorika yang kuat dan emosional. Dia menyatakan bahwa perang di Gaza dipicu oleh "teroris brutal dari Hamas, yang melakukan pembantaian paling mematikan terhadap orang-orang Yahudi sejak Holocaust".
Perdana Menteri juga menggambarkan bagaimana para sandera Israel "direnggut secara brutal dari rumah mereka" dan "ditahan dalam kondisi yang tidak terbayangkan".
Namun, saat beralih membahas korban Palestina dari serangan Israel, nada pernyataannya berubah. Starmer menyatakan bahwa warga Palestina yang tidak bersalah memiliki "rumah yang diubah menjadi zona perang dalam semalam", tanpa menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas penderitaan mereka.
Ia lebih lanjut merujuk pada "banyak yang kehilangan nyawa", tanpa menyebutkan bahwa mereka tewas akibat serangan Israel.
Keir Starmer Gaza konflik kritik pernyataan