Kabinet keamanan Israel menunda rapat yang direncanakan untuk menyetujui gencatan senjata di Gaza dan kesepakatan penyanderaan. Penundaan ini terjadi setelah Kantor Perdana Menteri Israel menuduh Hamas melakukan pelanggaran terhadap beberapa bagian dari kesepakatan dan menyebabkan "krisis menit terakhir."
Dalam pernyataannya, Kantor Perdana Menteri menyatakan, "Hamas melanggar beberapa bagian dari kesepakatan yang telah diraih dengan para mediator dan Israel dalam upaya untuk memeras konsesi di menit terakhir." Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan Israel terhadap perkembangan yang terjadi setelah kesepakatan diumumkan.
Israel belum mengungkapkan bagian mana dari kesepakatan yang menjadi masalah. Namun, penundaan ini menunjukkan ketegangan yang masih ada antara kedua belah pihak.
Izzat al-Rashq, seorang pejabat senior Hamas, menyatakan bahwa kelompok tersebut "berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata, yang telah diumumkan oleh para mediator." Pernyataan ini datang kurang dari 24 jam setelah kesepakatan tersebut diumumkan.
Situasi ini menunjukkan betapa rumitnya proses negosiasi di wilayah tersebut. Gencatan senjata penting untuk mengakhiri konflik yang berkepanjangan dan memberikan kesempatan bagi warga sipil di Gaza untuk mendapatkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
Israel gencatan senjata Gaza Hamas kabinet keamanan