Jakarta, 17 Januari 2025 - Firma short selling Hindenburg Research resmi dibubarkan. Pengumuman ini disampaikan oleh pendirinya, Nate Anderson, melalui surat yang diunggah di situs web perusahaan.
Menurut laporan dari Bloomberg, Hindenburg terkenal karena berhasil membongkar berbagai skandal keuangan yang melibatkan tokoh-tokoh bisnis dunia, termasuk miliarder Gautam Adani dan investor ternama Carl Icahn.
Nate Anderson menjelaskan, "Tidak ada alasan yang spesifik — tidak ada ancaman, tidak ada masalah kesehatan, dan tidak ada isu pribadi yang besar." Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini, ia memandang Hindenburg sebagai sesuatu yang pernah menjadi bagian dari hidupnya, bukan hal utama yang mendefinisikannya.
Firma ini sempat menghebohkan dunia bisnis internasional pada tahun 2023. Mereka menerbitkan laporan yang mengungkap skandal penipuan yang dilakukan oleh Gautam Adani, yang saat itu menduduki peringkat keempat orang terkaya di dunia. Selain Adani, Hindenburg juga menargetkan Carl Icahn dan pendiri Twitter, Jack Dorsey.
Akibat laporan yang dikeluarkan oleh Hindenburg, kekayaan kolektif ketiga tokoh bisnis ini merosot hingga USD 99 miliar atau sekitar 1.5 triliun rupiah, sementara perusahaan mereka yang diperdagangkan secara publik kehilangan nilai pasar hingga USD 173 miliar atau sekitar 2.6 triliun rupiah.
Bulan ini, Anderson juga menggugat Carvana Co yang dimiliki oleh Ernie Garcia III, dengan tuduhan melakukan penipuan akuntansi besar-besaran. Namun, Carvana membantah tuduhan tersebut.
Keputusan Hindenburg untuk membubarkan diri menandai akhir dari perjalanan firma yang telah mengguncang dunia bisnis internasional. Kejadian ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama dalam konteks pengawasan terhadap praktek bisnis yang tidak etis.
Hindenburg Research Nate Anderson skandal bisnis bubar