OpenAI baru-baru ini meluncurkan fitur baru bernama Tasks yang mengubah ChatGPT dari sekedar AI percakapan menjadi asisten virtual yang proaktif. Fitur ini memungkinkan pengguna premium untuk menjadwalkan pengingat, meminta pembaruan harian, dan membuat notifikasi kustom menggunakan perintah bahasa yang alami. Dengan peluncuran ini, OpenAI memasuki pasar yang telah didominasi oleh asisten virtual seperti Siri dan Alexa.
Fitur beta ini kini tersedia untuk pelanggan Plus, Team, dan Pro, yang dapat mengelola hingga 10 tugas sekaligus melalui antarmuka web yang khusus. Berbeda dengan asisten virtual tradisional, Tasks lebih fokus pada pemanfaatan kemampuan pemrosesan bahasa yang canggih dari ChatGPT, ketimbang mengintegrasikan dengan aplikasi kalender atau sistem pengingat eksternal.
Meskipun fitur ini masih memiliki beberapa batasan, seperti tidak adanya interaksi suara dan hanya dapat dikelola melalui web, peluncuran ini menandai langkah pertama OpenAI menuju sistem AI "agentic" yang mampu melakukan tindakan secara mandiri. CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan bahwa peluncuran ini hanyalah awal, dengan tahun 2025 diprediksi akan menjadi tahun penting bagi agen AI.
Langkah strategis ini menempatkan OpenAI dalam persaingan langsung dengan asisten virtual yang sudah ada, sementara Apple meningkatkan kemampuan Siri dengan fitur ChatGPT dan Amazon mengembangkan fitur AI generatif untuk Alexa. Tidak lama lagi, asisten Gemini milik Google juga diperkirakan akan memiliki fitur serupa.
OpenAI ChatGPT fitur tugas asisten virtual AI