Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, baru-baru ini menyinggung frasa dari bahasa Italia, vivere pericoloso, yang berarti hidup penuh bahaya. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks menyerukan seluruh kader partai untuk terus menyalakan semangat juang dengan keyakinan Satyam Eva Jayate, yang berarti kebenaran pasti akan menang.
"Hadapi vivere pericoloso dengan kepala tegak dan rasa percaya diri. Sebab kita bukan cacing yang mudah diinjak-injak. Kita adalah partai yang berwatak banteng ketaton. Kita partai pelopor yang terus dan akan abadi melintasi zaman," ujar Megawati dengan semangat.
Megawati juga mengungkapkan bahwa menjelang Kongres VI PDI Perjuangan, terdapat sejumlah ujian yang mulai muncul, termasuk adanya pihak-pihak yang berusaha mengambil alih partai. Dalam pidatonya, Megawati juga mengingatkan tentang istilah banteng ketaton, yang dipopulerkan oleh Bung Karno. Istilah ini menggambarkan sikap melawan dan mempertahankan diri meskipun dalam keadaan luka.
Frasa vivere pericoloso sendiri pernah digunakan oleh Bung Karno dalam pidato kenegaraan pada Hari Kemerdekaan RI ke-19 pada 17 Agustus 1964, di mana ia menyatakan bahwa perjuangan rakyat Indonesia saat itu mengalami banyak tantangan. Bung Karno menyebutkan bahwa revolusi Indonesia terhambat oleh gerakan-gerakan kontra-revolusioner, baik dari luar maupun dari dalam bangsa sendiri.
Pernyataan Megawati ini diharapkan dapat membangkitkan semangat seluruh kader PDI Perjuangan untuk tetap berjuang demi kepentingan rakyat dan menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan.
Dengan semangat Satyam Eva Jayate, PDI Perjuangan berkomitmen untuk tetap menjadi partai pelopor dan menjaga prinsip-prinsip perjuangan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa.
Dengan demikian, kader diharapkan dapat menunjukkan sikap yang tegas dan berani dalam menghadapi setiap rintangan, agar perjuangan rakyat Indonesia dapat terus berjalan maju.
PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri vivere pericoloso banteng ketaton