Jakarta, 18 Januari 2025 – Negosiasi antara Apple dan pemerintah Indonesia mengenai rencana pembangunan pabrik di tanah air masih berlangsung alot. Meskipun perwakilan dari perusahaan teknologi terbesar di dunia tersebut telah melakukan kunjungan langsung ke Indonesia, hingga kini belum ada kesepakatan yang tercapai.
Menurut Dyah Ayu Febriani, seorang Peneliti Ekonomi Digital dari Celios, terdapat beberapa faktor yang menyulitkan Apple untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu faktor utama adalah kurangnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri. Dyah menjelaskan bahwa Human Capital Index Indonesia masih berada di bawah negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.
"Untuk teknologi ini sendiri, kita harus mengetahui bahwa Human Capital Index Indonesia ini masih rendah. Jadi, pemerintah harus membenahi regulasi serta memberikan insentif fiskal dan non-fiskal," ungkap Dyah dalam sebuah wawancara.
Dyah juga menekankan pentingnya mempersiapkan SDM yang lebih tanggap terhadap kemajuan teknologi. Ia menyarankan agar pemerintah memberikan pelatihan dan pendidikan yang lebih baik kepada masyarakat, terutama dalam bidang teknologi yang akan diinvestasikan oleh Apple. "Pemberdayaan pendidikan dan pelatihan lapangan harus ditingkatkan, termasuk pelatihan teknologi super canggih," katanya.
Hal serupa juga disampaikan oleh M. Tesar Sandikapura, Ketua Umum Indonesian Digital Empowerment Community (IDEC). Menurutnya, SDM di Indonesia belum cukup siap untuk mengikuti perkembangan teknologi canggih yang ditawarkan oleh Apple. "Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kekuatan skill karyawan teknologi kita," jelas Tesar.
Selain masalah keterampilan SDM, Tesar juga mengungkapkan adanya tantangan lain seperti masalah rantai pasok (supply chain) dan birokrasi yang masih rumit di Indonesia. Hal ini menjadi hambatan tambahan bagi Apple untuk memutuskan investasi di Indonesia.
Negosiasi ini menunjukkan pentingnya bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah dalam meningkatkan kualitas SDM dan memperbaiki birokrasi agar investasi asing, terutama dari perusahaan besar seperti Apple, dapat terwujud di Indonesia.
Dengan meningkatnya kualitas SDM dan perbaikan dalam sistem birokrasi, diharapkan Indonesia dapat menjadi tujuan investasi yang lebih menarik bagi perusahaan-perusahaan teknologi global.
Apple investasi Indonesia SDM teknologi