Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kampanye Represi di Tepi Barat Menjadi Sorotan

Dalam beberapa minggu terakhir, banyak orang Arab merasa terkejut dan kecewa dengan kampanye represif yang diluncurkan oleh Otoritas Palestina (PA) yang disebut "Perlindungan Tanah Air". Kampanye ini ditujukan untuk menindak para penentang pendudukan Israel di Tepi Barat.

Kampanye tersebut mengalami kegagalan yang signifikan, yang membuat Israel kembali turun tangan dengan menyerang kamp pengungsi Jenin, mengakibatkan sekitar 12 warga Palestina tewas. Selain itu, PA juga menghalangi pengiriman makanan dan obat-obatan kepada warga kamp, meniru praktik yang biasa dilakukan oleh Israel.

Kampanye ini bukanlah yang pertama kali. PA didirikan oleh Israel dan Yasser Arafat setelah Perjanjian Oslo dengan tujuan menjadi alat repressif yang digunakan untuk menekan perlawanan terhadap pendudukan Israel. Sejak awal, PA tidak ragu untuk menjalankan tugas ini.

Salah satu contoh paling terkenal dari tindakan represif PA adalah penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan aktivis Palestina, Nizar Banat, oleh pasukan keamanannya pada tahun 2021. Selain itu, PA juga menindak setiap demonstrasi damai yang menentang kolaborasi mereka dengan Israel.

Banyak orang menyalahkan Presiden PA yang tidak terpilih, Mahmoud Abbas, atas tindakan represif ini. Mereka menganggapnya sebagai penggagas utama. Mereka mengingat pernyataannya yang terkenal tentang "koordinasi keamanan" dengan Israel yang dianggapnya "suci", tanpa mengingat bahwa Arafat juga pernah melakukan penindasan terhadap orang Palestina yang melawan sejak kedatangannya di Gaza pada tahun 1994.

Amerika Serikat dan Uni Eropa telah membiayai dan melatih kekuatan represif ini hingga saat ini. Mengingat peningkatan tindakan kolonialisme pemukim Zionis dan genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina, AS, sebagai sponsor utama apartheids Israel, sedang mempertimbangkan siapa di antara banyak kolaborator Palestina yang dapat melanjutkan misi menekan perlawanan Palestina.

Dalam situasi ini, mantan Presiden AS Donald Trump mungkin akan memutuskan untuk melaksanakan rencananya sepenuhnya setelah genosida yang dilakukan oleh AS dan Israel.

library_books Middleeasteye