Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kebakaran Hutan Terburuk di California Memengaruhi Ekonomi

Kebakaran hutan yang menghancurkan seluruh lingkungan di Los Angeles bulan ini menjadi kejadian kebakaran termahal dalam sejarah California. Menurut para ekonom, insiden ini tidak hanya menyebabkan kerugian besar tetapi juga akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan meningkatkan tekanan inflasi.

Dua bank investasi besar, Goldman Sachs dan Morgan Stanley, telah memberikan estimasi awal mengenai dampak kebakaran ini terhadap lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi. Goldman Sachs memperkirakan kerugian total akibat kebakaran mencapai sekitar $40 miliar. Hal ini diperkirakan akan mengurangi produk domestik bruto (PDB) AS sebesar 0,2 poin persentase pada kuartal pertama tahun ini. Selain itu, kebakaran ini juga akan memberikan dampak negatif yang cukup kecil terhadap pertumbuhan lapangan kerja di bulan Januari.

Sementara itu, ekonom dari Morgan Stanley menyatakan bahwa kebakaran hutan ini diharapkan akan memperlambat pertumbuhan lapangan kerja dan sementara meningkatkan inflasi inti. Menurut mereka, kebakaran ini akan menghilangkan antara 20.000 hingga 40.000 pekerjaan dari catatan gaji di California pada bulan Januari. Kebanyakan dari kehilangan pekerjaan ini akan terjadi di sektor jasa.

Kebakaran hutan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana bencana alam dapat memengaruhi ekonomi suatu negara. Para ekonom mengingatkan bahwa dampak yang ditimbulkan tidak hanya terasa dalam jangka pendek tetapi juga bisa berlanjut dalam jangka panjang, tergantung pada seberapa cepat pemulihan dilakukan. Ini adalah pengingat bahwa kejadian seperti kebakaran hutan memiliki efek yang luas dan harus dihadapi dengan serius oleh semua pihak.

library_books Marketwatch