Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan komitmennya untuk menghentikan impor komoditas penting seperti beras, jagung, dan garam pada akhir tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan saat pidato di Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Rabu.
"Kita harus mampu memberi makan kepada seluruh rakyat Indonesia, tidak lagi impor. Saya berterima kasih kepada para menteri yang telah melaporkan kepada saya bahwa tahun 2025 ini kita tidak akan mengimpor beras, jagung, atau garam lagi," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo menambahkan bahwa target untuk mencapai swasembada pangan nasional, yang sebelumnya direncanakan dalam waktu empat tahun, dapat dicapai lebih cepat. "Alhamdulillah target itu bisa kita capai akhir 2025, paling lambat tahun 2026. Ini berarti kita mungkin bisa mencapainya tiga tahun lebih cepat dari rencana awal," kata Presiden.
Dia menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras dan kebijakan yang tepat, yang bertujuan agar kebutuhan pangan rakyat Indonesia dapat terpenuhi tanpa bergantung pada impor. Menurut Presiden, jika semua pihak bekerja keras dengan niat yang baik, Indonesia dapat mencapai kemandirian pangan lebih cepat dari yang direncanakan.
Presiden juga menggarisbawahi pentingnya inovasi teknologi, investasi dalam sumber daya manusia, serta peningkatan produktivitas untuk menjaga stabilitas pangan dan energi nasional. "Indonesia tidak boleh bergantung pada sumber dari luar negeri, terutama di tengah krisis global," tambahnya.
Presiden mengingatkan bahwa swasembada pangan dan energi bukan hanya menjadi prioritas, tetapi juga merupakan fondasi untuk menciptakan lapangan kerja, menghemat devisa, dan mencapai kemandirian bangsa di masa depan. "Dalam krisis dunia, tidak ada negara yang akan mengizinkan pangan keluar dari negaranya. Ini sudah hukum sejarah," tegasnya.
Dengan langkah ini, Presiden Prabowo berharap bahwa Indonesia akan bisa mandiri dalam hal pangan dan tidak lagi tergantung pada negara lain, sehingga dapat mengatasi tantangan yang ada di masa mendatang.
Prabowo Subianto swasembada pangan impor beras jagung garam