Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Forsa atas permintaan Verband Bildung und Erziehung (VBE) menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan terkait kekerasan fisik dan psikologis terhadap guru di sekolah-sekolah di Jerman.
VBE, yang dipimpin oleh Gerhard Brand, mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sekitar 1.000 sekolah di Baden-Württemberg mengalami serangan fisik terhadap guru. Brand menyebutkan bahwa ini berarti, di setiap hari sekolah, setidaknya satu guru di Baden-Württemberg mengalami serangan fisik.
"Respek dan empati di kalangan siswa tampaknya semakin menurun," ungkap Brand. Ia menambahkan bahwa kondisi ini mencerminkan keadaan masyarakat secara keseluruhan. "Sekolah adalah cerminan dari masyarakat," tegasnya. Brand menjelaskan bahwa akar dari kekerasan di sekolah berasal dari masyarakat, di mana ada kecenderungan untuk memiliki posisi yang lebih radikal dan di mana kesenjangan antara yang kaya dan miskin semakin lebar.
Brand juga mengingatkan bahwa siswa membawa masalah sosial ini ke dalam lingkungan sekolah. Ia mendorong semua pihak untuk melaporkan kejadian kekerasan yang terjadi di sekolah, karena hal ini tidak boleh dianggap sebagai masalah yang tabu. Namun, ia juga mencatat bahwa hampir 20% kepala sekolah melaporkan bahwa pihak sekolah tidak ingin menerima laporan tentang kejadian kekerasan.
Selain itu, Brand menekankan pentingnya adanya dukungan psikologis dan juga perlindungan hukum untuk para guru. "Hingga kini, tidak ada laporan resmi yang dibuat untuk kasus kekerasan terhadap guru. Para guru sering kali harus menangani masalah ini sendirian dan melaporkan kejadian tersebut secara pribadi," kritik Brand.
Situasi ini memerlukan perhatian serius dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua guru dan siswa.
kekerasan guru sekolah laporan studi