Di Sydney, Australia, bunga langka bernama Titanwurz atau "Putricia" telah mekar dan menarik perhatian banyak pengunjung. Menurut laporan dari stasiun TV ABC, lebih dari 20.000 orang telah datang untuk melihat bunga yang terkenal dengan baunya yang tidak sedap ini sejak dibuka pada hari Kamis lalu.
Bunga ini dapat ditemukan di Kebun Botani Sydney, dan pengunjung harus menunggu setidaknya 90 menit untuk melihat keajaiban alam ini. Para pengelola taman mengingatkan bahwa keindahan bunga ini hanya bertahan sekitar 24 jam. Oleh karena itu, mereka membuka gedung khusus tempat bunga "Putricia" berada hingga larut malam pada hari Jumat.
Titanwurz dikenal karena memiliki bunga terbesar di dunia, yang bisa mencapai tinggi lebih dari tiga meter dan berat lebih dari 100 kilogram. Saat mekar, bunga ini mengeluarkan bau yang sangat menyengat, mirip dengan bau ikan busuk, daging yang membusuk, dan kaus kaki yang berkeringat. Bau ini dimaksudkan untuk menarik serangga agar membantu proses penyerbukan.
Nama ilmiah dari bunga ini adalah Amorphophallus titanum, dan di Indonesia, bunga ini dikenal dengan sebutan bunga bangkai. Mengingat proses mekarnya yang sangat langka, dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar "Putricia" dapat mekar lagi. Oleh karena itu, banyak orang berusaha untuk tidak melewatkan kesempatan melihatnya.
Pengalaman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar tanaman dan pengunjung umum, meskipun baunya mungkin membuat beberapa orang merasa tidak nyaman. Namun, keunikan dan keindahan bunga ini membuat semua orang ingin melihatnya secara langsung. Bagi mereka yang berencana untuk mengunjungi Kebun Botani Sydney, disarankan untuk mempersiapkan diri menghadapi aroma yang kuat.
Sydney Titanwurz Putricia Botanischer Garten Blüte