Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Krisis Iklim Mengganggu Pendidikan Anak di Seluruh Dunia

Menurut laporan dari UNICEF, sekitar 242 juta siswa di 85 negara tidak dapat mengikuti pelajaran pada tahun lalu akibat dampak dari perubahan iklim. Laporan ini dirilis bertepatan dengan Hari Pendidikan Internasional untuk menunjukkan betapa seriusnya masalah ini.

UNICEF melakukan analisis tentang bagaimana peristiwa cuaca ekstrem seperti hitzewellen, angin topan, banjir, dan kekeringan berdampak pada penutupan sekolah dan gangguan besar dalam proses belajar mengajar. Dari semua peristiwa ini, hitzewellen menjadi ancaman terbesar. Hampir 74 persen siswa yang terkena dampak berasal dari negara-negara dengan pendapatan rendah dan menengah, dan tidak ada satu pun wilayah yang terlepas dari masalah ini.

Wilayah Südasien menjadi yang paling parah terkena dampak, dengan 128 juta siswa yang terhambat pendidikan mereka. Di Ostasien dan daerah Pasifik, sekitar 50 juta siswa juga mengalami gangguan dalam pendidikan mereka. Selain itu, fenomena iklim El Niño juga memberikan dampak buruk di Afrika, yang mengakibatkan hujan deras dan banjir di bagian Ostafrika, serta kekeringan parah di beberapa bagian selatan Afrika.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, menyatakan bahwa pada tahun lalu, setiap 1 dari 7 siswa harus absen dari sekolah karena cuaca buruk. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya mengatasi perubahan iklim, terutama untuk memastikan bahwa anak-anak dapat terus belajar dan mendapatkan pendidikan yang mereka butuhkan.

Dengan adanya laporan ini, diharapkan perhatian lebih besar dapat diberikan untuk mengatasi krisis iklim dan dampaknya terhadap pendidikan anak-anak di seluruh dunia.

library_books Tagesschau