Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pete Hegseth Jadi Menteri Pertahanan AS di Bawah Presiden Trump

Pete Hegseth, seorang mantan pembawa acara TV, baru saja dilantik sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Pelantikan ini terjadi setelah pemungutan suara yang sangat ketat di Senat, di mana Hegseth membutuhkan dukungan dari Wakil Presiden J.D. Vance untuk memecahkan kebuntuan suara.

Hegseth, yang berusia 44 tahun, kini memimpin Pentagon, salah satu kementerian terpenting di AS. Namun, proses menuju pelantikannya tidaklah mudah. Banyak senator dari partai Republik yang memiliki kekhawatiran dan keraguan tentang pencalonannya.

Sejumlah senator, termasuk dua senator perempuan dan mantan pemimpin mayoritas Mitch McConnell, memberikan suara menolak Hegseth. Terlebih lagi, menjelang pemungutan suara, muncul tuduhan baru yang menambah kontroversi seputar pencalonannya. Senator Demokrat Elizabeth Warren mengungkapkan bahwa Hegseth telah membayar 50.000 dolar kepada seorang wanita yang tidak ingin disebutkan namanya, yang menuduhnya melakukan pemerkosaan, sebagai bagian dari kesepakatan yang mencakup klausul kerahasiaan.

Karena banyak keraguan di kalangan partai Republik, Hegseth melakukan banyak pembicaraan dengan para senator untuk meyakinkan mereka. Meskipun demikian, tiga senator tetap menolak pencalonannya. Senator Lisa Murkowski, Susan Collins, dan Mitch McConnell menyampaikan kekhawatiran mereka secara terbuka.

Dalam sidang di Senat, Hegseth berusaha menunjukkan dirinya sebagai seorang inovator. Ia menyatakan bahwa sudah saatnya untuk memiliki pemimpin yang memiliki "debu di sepatu botnya", yang dapat membawa kembali "etika pejuang" ke dalam Pentagon. Ia bertekad untuk menerapkan kebijakan "America First" dan mencapai perdamaian melalui kekuatan.

Namun, pernyataan Hegseth yang menyebutkan bahwa perempuan tidak cocok untuk bertugas dalam misi tempur telah menimbulkan kebingungan dan ketidakpuasan di kalangan banyak orang.

Dengan terpilihnya Hegseth, banyak yang menantikan langkah-langkah perdananya sebagai Menteri Pertahanan, dan bagaimana ia akan menghadapi tantangan yang ada di Pentagon serta dalam politik luar negeri AS.

library_books Tagesschau