Minyak dari Kanada, yang banyak dicari oleh Amerika, kini menjadi alat tawar penting dalam ketegangan dagang yang diancam oleh Presiden Trump. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar energi antara kedua negara semakin terintegrasi. Dengan adanya pipa besar dan kilang yang dibangun, Kanada dapat mengirimkan minyak mentah dari ladang minyak di Alberta ke Amerika Serikat.
Perdagangan yang meningkat ini telah menurunkan harga bahan bakar di wilayah Midwest dan membantu mengubah Pantai Teluk menjadi pusat ekspor global. Namun, hubungan ini telah terganggu setelah Trump menjanjikan tarif 25% untuk semua impor dari Kanada dan mengarahkan lembaga federal untuk meninjau kembali kebijakan perdagangan dengan negara-negara, termasuk Kanada sebagai pemasok minyak asing terpenting bagi AS.
Ancaman tarif pada ekonomi Kanada yang bergantung pada energi membuat pejabat dari Ottawa hingga pusat kekuasaan provinsi jadi panik. Meskipun minyak mentah mungkin tidak terkena tarif, pemerintah Kanada sedang mempertimbangkan balasan yang bisa berdampak pada pengiriman minyak.
Jonathan Wilkinson, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam Kanada, dalam sebuah wawancara mengungkapkan bahwa dia lebih memilih respons yang "kurang konfrontatif", seperti pajak pada ekspor minyak negara tersebut. Namun, dia tidak menutup kemungkinan tindakan ekstrem jika situasi semakin memburuk, yaitu membatasi pengiriman ke AS.
Prospek guncangan pasar ini telah memicu lobi besar-besaran dari berbagai pihak, mulai dari Capitol Hill hingga Mar-a-Lago. Beberapa hari menjelang pelantikan Trump, Wilkinson menjelaskan kepada para pembuat undang-undang AS tentang pentingnya memperkuat kemitraan energi antara kedua negara sebagai sumber kekuatan geopolitik bersama.
Para kritikus tarif, termasuk kelompok energi fosil utama di AS, menyatakan bahwa perang dagang yang mempengaruhi minyak Kanada akan menghambat dorongan presiden baru untuk "dominasi energi" dan akan meningkatkan biaya, yang bertentangan dengan janji kampanyenya. Harga bensin yang tinggi juga telah mendorong inflasi pada bulan Desember, dan kenaikan sekitar 9,2% dalam harga minyak global selama sebulan terakhir menunjukkan bahwa kenaikan moderat di pompa kemungkinan akan berlanjut dalam beberapa minggu ke depan.
minyak Kanada perang dagang tarif ekonomi energi