Empat ratus tahun yang lalu, daerah yang kini dikenal sebagai Hell's Kitchen, Manhattan, memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, mirip dengan Yellowstone. Namun, saat ini, lingkungan tersebut dipenuhi dengan dealer mobil mewah dan toko-toko kecil.
Di atas sebuah toko Land Rover, tepatnya sembilan lantai, sebuah versi dari ekologi kuno itu mulai dihidupkan kembali di dalam sebuah kubus yang terang. Di dalam dinding dan langit-langit kubus tersebut terdapat jaringan tabung yang memompa oksigen, karbon dioksida, dan gas lainnya. Ini semua bertujuan untuk mereplikasi kondisi cuaca yang sama seperti pada tahun 1864, yaitu tahun pertama catatan cuaca di Kota New York.
Inisiatif ini merupakan bagian dari studio desain bernama OXMAN. Studio ini menggabungkan unsur laboratorium sains dan galeri seni, yang didirikan oleh Neri Oxman, seorang mantan profesor MIT yang terkenal dengan proyek desain yang berpikiran maju.
Dengan proyek ini, OXMAN tidak hanya ingin menunjukkan keindahan alam, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Melalui teknologi yang canggih, mereka berusaha untuk menghidupkan kembali ekosistem yang mungkin telah hilang seiring dengan perkembangan kota.
Proyek ini menjadi contoh menarik bagaimana desain dan sains dapat bekerja sama untuk menciptakan sesuatu yang inovatif. Dengan memanfaatkan data historis dan teknologi modern, OXMAN berupaya menjembatani masa lalu dan masa depan.
Keberadaan studio ini menjadi sorotan di kalangan para pecinta seni dan lingkungan, yang melihatnya sebagai bentuk eksperimen yang menarik. OXMAN terus berupaya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di tengah urbanisasi yang cepat.
Dengan demikian, Hell's Kitchen tidak hanya menjadi pusat aktivitas modern, tetapi juga tempat di mana sejarah dan inovasi bertemu untuk menciptakan kesadaran akan lingkungan yang lebih baik.
Hell's Kitchen ekologi OXMAN Neri Oxman Manhattan