Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Banjir Terjang 8 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, 30 Januari 2025 - Ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor harus semakin diwaspadai. Di Kabupaten Pasuruan, delapan wilayah kecamatan terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur selama berjam-jam.

Wilayah yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Pohjentrek, Kraton, Grati, Pasrepan, Gondangwetan, Winongan, Rejoso, dan Beji. Di antara kecamatan tersebut, Kecamatan Pasrepan untuk pertama kalinya mengalami banjir, khususnya di Desa Jogoripuh dan Pohgading.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa banjir yang menerjang dua desa di Pasrepan disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi. Sungai-sungai kecil tidak mampu menampung debit air yang besar, sehingga menyebabkan genangan air. "Bertahun-tahun Pasrepan ini tidak pernah kebanjiran, dan sekarang tiba-tiba ada laporan banjir, ya kaget. Tapi harus kita hadapi bersama," kata Sugeng saat mempersiapkan bantuan di Posko BPBD Kabupaten Pasuruan.

Dari delapan wilayah yang terdampak, banjir terparah terjadi di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Ketinggian air banjir sempat mencapai hampir dua meter. Meskipun saat ini air sudah mulai surut, genangan masih mengganggu permukiman warga. "Paling parah di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon. Hari pertama banjir kemarin sudah mencapai dua meter. Tapi di hari ini sudah mulai surut meski masih menggenangi rumah warga," ungkapnya.

Selain itu, Sugeng juga menyampaikan bahwa banjir kali ini cukup besar dengan volume ketinggian yang lumayan. Sebanyak 75 warga dari Dusun Tokwiro, Desa Winongan Lor, terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman. "Kita evakuasi karena kondisi air banjir yang cukup tinggi sehingga berbahaya kalau masih memilih bertahan di rumahnya," ujar Sugeng.

Banjir ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bencana yang dapat terjadi akibat perubahan cuaca ekstrem. Pemerintah daerah juga terus berupaya memberikan bantuan dan penanganan kepada masyarakat yang terdampak bencana ini.

library_books Pemkabpasuruan