Serangan Drone Israel di Tepi Barat: 10 Tewas
Pada malam tanggal 30 Januari 2025, Israel meluncurkan serangan drone mematikan di Tepi Barat yang diduduki, mengakibatkan setidaknya sepuluh orang tewas. Jumlah korban jiwa terus meningkat, menambah ketegangan di kawasan tersebut.
Serangan ini terjadi saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bertemu dengan utusan Timur Tengah Presiden AS, Donald Trump, Steve Witkoff. Sebelum pertemuan tersebut, Witkoff mengunjungi Lorong Netzarim di dalam Jalur Gaza. Kunjungan ini mencatatkan sejarah karena Witkoff adalah pejabat Amerika pertama yang masuk ke Jalur Gaza yang terkepung dalam lebih dari satu dekade.
Dalam berita terkait, tiga warga negara Turki dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel saat mereka melintasi perbatasan Lebanon menuju Israel.
Selain itu, sebuah kelompok advokasi bagi para tahanan Palestina mengungkapkan bahwa Israel berencana untuk membebaskan 110 tahanan, termasuk 30 anak di bawah umur, pada hari Kamis sebagai bagian dari pertukaran sandera dalam gencatan senjata di Gaza.
Di sisi lain, Israel juga melancarkan razia di Nablus, yang terletak di Tepi Barat yang diduduki.
Sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, Qatar dan Turki diharapkan menjadi tuan rumah bagi para tahanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel.
Kondisi di Timur Tengah semakin memanas, dan peristiwa ini menjadi sorotan dunia internasional.
Catatan: Situasi di kawasan ini sangat kompleks dan melibatkan banyak pihak. Berita ini mencerminkan peristiwa terkini dan mungkin akan terus berkembang.
Israel Palestina serangan drone Netanyahu Trump