Damaskus, 31 Januari 2025 β Pemerintah Syria mengumumkan serangkaian perubahan besar pada Rabu lalu. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kekuasaan dan membangun kembali negara dari dasar.
Konstitusi telah ditangguhkan, parlemen dibubarkan, dan kelompok-kelompok pemberontak telah dibubarkan. Pemimpin Syria yang baru, Ahmed al-Sharaa, telah ditunjuk sebagai presiden sementara, menurut pengumuman dari Komando Operasi Militer.
Ahmed al-Sharaa memimpin serangan ke ibu kota Syria kurang dari dua bulan yang lalu, yang mengakibatkan jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.
Seorang juru bicara Komando Operasi Militer, Kolonel Hassan Abdel Ghani, menyatakan, βIa akan menjalankan tugas sebagai presiden Republik Arab Syria dan mewakili negara ini di forum internasional.β
Peran ini bersifat sementara, sebagai langkah transisi untuk negara yang sedang berjuang.
Sejak Rabu lalu, kelompok HTS dan kelompok pemberontak lainnya juga telah dibubarkan, dan mereka akan membentuk angkatan bersenjata nasional yang bersatu.
Komando Operasi Militer juga mengumumkan bahwa Partai Baath yang dipimpin oleh Assad dan aparat keamanan negaranya yang selama ini ditakuti oleh rakyat Syria juga telah dibubarkan.
Kelompok Front Progresif Nasional, yang beraliansi dengan Partai Baath, juga ditutup, dan aset-asetnya telah dialihkan ke negara. Saat ini, tidak ada partai politik yang mendukung pemerintahan Assad yang diizinkan untuk dibentuk kembali.
Perubahan besar ini menunjukkan langkah-langkah signifikan dalam upaya membangun kembali negara Syria, yang telah hancur akibat perang selama bertahun-tahun.
Syria pemerintahan Ahmed al-Sharaa Baath Party perubahan