Catatumbo, Kolombia – Awal bulan ini, kekerasan terjadi di Catatumbo, daerah yang terletak di perbatasan Kolombia dengan Venezuela. Konflik ini melibatkan kelompok gerilya tertua di Kolombia, yaitu Tentara Pembebasan Nasional (ELN), yang menyerang para pembangkang dari Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang kini sudah tidak aktif lagi.
Kekerasan ini menunjukkan betapa kuatnya kontrol ELN di wilayah tersebut. Tindakan mereka juga menjadi tantangan bagi kebijakan "perdamaian total" yang digagas oleh Presiden Kolombia, Gustavo Petro. Kebijakan ini bertujuan untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah berlangsung lama di negara tersebut.
Presiden Petro kini menghadapi situasi sulit di mana kekerasan semakin meningkat di perbatasan, dan hal ini dapat memicu ketegangan lebih lanjut dengan Venezuela. Beliau perlu menemukan cara untuk menangani masalah ini agar tidak semakin meluas.
Kekerasan di Catatumbo mencerminkan situasi yang kompleks dan berbahaya, di mana banyak kelompok bersenjata berusaha untuk menguasai wilayah dan sumber daya. Penduduk setempat sangat merasakan dampak dari konflik ini, dan banyak yang berharap agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk mengembalikan keamanan dan ketentraman di daerah mereka.
Situasi ini menjadi perhatian bagi banyak pihak, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, karena stabilitas di Kolombia sangat penting untuk keamanan regional. Dengan adanya kekerasan ini, harapan untuk perdamaian yang abadi menjadi semakin sulit dicapai.
Catatumbo Kolombia ELN kekerasan Gustavo Petro