Dalam buku terbarunya yang berjudul Fabricating Homeland Security: Police Entanglements across India and Palestine/Israel, Rhys Machold mengungkap bagaimana serangan Mumbai pada 26 November 2008 berdampak besar pada kebijakan keamanan di India. Serangan ini dianggap sebagai momen penting dalam sejarah pasca-kemerdekaan India.
Machold, yang merupakan dosen senior di Universitas Glasgow, menjelaskan bahwa serangan tersebut digunakan untuk memperkenalkan model "keamanan dalam negeri" ala Barat ke India, khususnya ke kota Mumbai. Pada saat itu, banyak pelobi pro-Israel berusaha meyakinkan kepolisian Mumbai bahwa menjalin kerjasama dengan Israel adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan ketertiban publik.
Dalam buku ini, Machold menyoroti bahwa meskipun api di Leopold Cafe dan Nariman House masih menyala, para pelobi berhasil meyakinkan banyak pihak untuk mengikuti program pelatihan dan kerjasama dengan Israel. Dengan demikian, hubungan antara India dan Israel semakin erat.
Machold juga mencatat bahwa banyak akademisi sebelumnya memandang hubungan ini sebagai hasil dari kebijakan luar negeri India yang pragmatis dan neoliberal, yang diyakini akan membawa manfaat bagi India sebagai kekuatan global. Namun, buku ini memberikan analisis yang lebih mendalam tentang bagaimana hubungan tersebut terbentuk, bahkan sebelum pemerintahan Modi.
Machold memberikan pemahaman yang jarang ditemukan tentang konsultan senjata Israel dan cara mereka memasarkan senjata serta metode yang telah teruji dalam pertempuran ke seluruh dunia. Selain itu, ia juga membahas bagaimana mereka menggunakan mitos dan narasi mengenai Israel untuk mempromosikan produk mereka.
Riset yang dilakukan Machold ini menjelaskan kompleksitas hubungan antara India dan Israel, serta dampaknya terhadap kebijakan keamanan di India setelah serangan Mumbai. Buku ini diharapkan dapat membuka diskusi lebih lanjut mengenai hubungan internasional dan kebijakan keamanan di era modern.
India Israel keamanan serangan Mumbai Rhys Machold