Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

18 Emiten Antre IPO di Bursa Efek Indonesia

Hingga awal Februari 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 18 emiten yang sedang antre untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Dari jumlah tersebut, 17 emiten di antaranya merupakan perusahaan dengan aset yang sangat besar, atau yang biasa disebut dengan aset jumbo.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, semua 17 perusahaan tersebut memiliki aset di atas Rp250 miliar. "17 perusahaan beraset di atas Rp250 miliar," ungkapnya dalam pernyataan kepada wartawan pasar modal pada Sabtu, 25 Januari 2025.

Di antara 18 emiten tersebut, hanya ada satu perusahaan yang tergolong dalam kategori perusahaan dengan aset menengah, yaitu perusahaan yang memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Menariknya, sejauh ini belum ada perusahaan yang masuk dalam kategori aset kecil, yaitu yang memiliki aset di bawah Rp50 miliar.

Antrean IPO ini menunjukkan bahwa banyak perusahaan besar yang ingin mendapatkan kesempatan untuk go public dan menarik perhatian investor. Proses IPO ini penting bagi perusahaan karena dapat meningkatkan modal dan memperluas basis pemegang saham.

Dengan adanya banyak perusahaan besar yang ingin IPO, ini bisa menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia. Investor diharapkan dapat melihat peluang investasi yang menarik dari emiten-emiten ini.

Pengumuman lebih lanjut mengenai detail dari setiap emiten yang antre IPO akan disampaikan oleh BEI dalam waktu dekat. Para investor dan masyarakat umum dapat mengikuti perkembangan ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kesempatan investasi yang ada.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi Bursa Efek Indonesia.

library_books Idx Channel