Marko Elez, seorang insinyur berusia 25 tahun, terungkap memiliki akses langsung ke sistem-sistem penting yang dikelola oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat. Akses ini mencakup kemampuan untuk melakukan tindakan di dalam dua sistem sensitif, yaitu Payment Automation Manager (PAM) dan Secure Payment System (SPS), yang berada di bawah pengawasan Bureau of the Fiscal Service (BFS).
Menurut tiga sumber yang dilaporkan oleh WIRED, Elez sebelumnya bekerja di dua perusahaan milik Elon Musk. Informasi ini menunjukkan bahwa ia tidak hanya dapat membaca data, tetapi juga menulis kode di dalam sistem yang sangat dijaga ketat. Sistem ini berfungsi untuk mengelola pembayaran pemerintah yang totalnya mewakili lebih dari seperlima perekonomian Amerika Serikat.
PAM dan SPS adalah bagian dari infrastruktur yang sangat penting dan dirahasiakan, yang mengatur semua pembayaran yang dilakukan oleh pemerintah. Ini termasuk gaji pegawai negeri, pembayaran untuk program sosial, dan transaksi keuangan lainnya. Dengan akses yang dimiliki Elez, terdapat kekhawatiran tentang potensi risiko keamanan yang mungkin muncul.
Sistem ini terletak di dalam mainframe yang sangat rahasia, sehingga akses yang dimiliki oleh Elez menjadi perhatian bagi banyak pihak. Keberadaan akses seperti ini menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan data dan privasi di era digital saat ini.
Para ahli menyatakan bahwa dengan adanya akses seperti ini, penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa hanya individu yang benar-benar terpercaya yang dapat mengakses informasi sensitif. Keamanan siber harus menjadi prioritas utama untuk melindungi data yang sangat penting ini.
Penting bagi semua pihak untuk memperhatikan perkembangan yang berkaitan dengan akses dan keamanan sistem pembayaran pemerintah ini. Mengingat dampak besar yang dimiliki oleh sistem ini terhadap perekonomian dan masyarakat luas, pengawasan yang ketat dan transparansi harus dijaga.
Marko Elez sistem pembayaran pemerintah AS Bureau of the Fiscal Service