Desa Tilu, yang terletak di daerah pegunungan, menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan air bersih. Sebelumnya, warga desa ini harus berjalan kaki menempuh jarak antara 3 hingga 5 kilometer untuk memperoleh air. Namun, berkat kerja keras dan kolaborasi antara Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah dan warga setempat, kini mereka telah menemukan solusi.
Setelah laporan dari Muhammad Aminuddin, pihak MPM Muhammadiyah melakukan pencarian untuk menentukan titik galian yang diduga menjadi sumber air. Meskipun telah menemukan lokasi tersebut, mereka tidak langsung menyimpulkan bahwa titik itu layak untuk dijadikan sumber air bagi warga.
Dengan hasil temuan yang menjanjikan, MPM Muhammadiyah kemudian membangun pompa dan instalasi untuk menyalurkan air ke sejumlah bak penampungan di sekitar rumah-rumah warga. Lokasi sumber air terletak sekitar 2 kilometer dari desa dengan kontur alam yang terjal. Namun, berkat kerja keras tim, pompa dan instalasi tersebut berhasil terpasang dan kini memenuhi kebutuhan air warga Desa Tilu.
Desa Tilu dihuni oleh sekitar 246 kepala keluarga, di mana 86 persen dari mereka adalah pemeluk agama Katolik dan Protestan. Meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda, kehidupan antarkeyakinan di Desa Tilu menunjukkan potret kerukunan yang indah. Hal ini terlihat dari bagaimana semua warga bersatu merayakan keberhasilan dalam menemukan sumber air ini.
Sebelumnya, antara 2013 hingga 2017, MPM Muhammadiyah bersama warga setempat telah melakukan berbagai upaya untuk mencari titik yang layak dijadikan sumber air. Beberapa titik sempat ditemukan, namun setelah diuji ternyata tidak memiliki debit yang cukup, bahkan ada yang langsung kering.
Dengan adanya sumber air baru ini, diharapkan kehidupan masyarakat Desa Tilu dapat semakin baik. Kehadiran MPM Muhammadiyah pun diharapkan selalu menjadi rahmatan lil alamin, membawa berkah dan manfaat bagi seluruh warga, tanpa memandang latar belakang agama.
Desa Tilu air bersih Muhammadiyah pompa kerukunan