Warga Hongaria yang pernah mengalami pemerintahan Viktor Orbán pada tahun 2010 memberikan peringatan kepada masyarakat Amerika Serikat. Mereka menyatakan, "Segera bertindak sebelum terlambat." Ini adalah panggilan untuk waspada terhadap ancaman terhadap demokrasi.
Pada tahun 2010, ketika Orbán kembali ke tampuk kekuasaan, ia dengan cepat mengubah Hongaria dari sebuah negara demokrasi yang makmur menjadi sebuah negara otoriter. Salah satu langkah pertama yang diambilnya adalah mengganti para hakim dan pengawas independen dengan orang-orang yang loyal kepadanya. Orbán juga mengambil alih pengambilan keputusan kebijakan dan mengendalikan media.
Dalam beberapa tahun berikutnya, ia secara sistematis dan diam-diam mengikis keadilan dalam pemilihan umum di Hongaria. Ketika ia mencalonkan diri kembali pada tahun 2014, lawan politiknya hampir tidak memiliki kesempatan. Sistem pemilihan umum telah disusun sedemikian rupa sehingga menguntungkan Orbán.
Para ahli dan warga Hongaria yang pernah hidup di bawah pemerintahan Orbán melihat adanya kesamaan yang mencolok dengan situasi yang terjadi di Amerika Serikat saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Namun, mereka merasa optimis bahwa Amerika memiliki lebih banyak sumber daya untuk melawan pengambilalihan otoriter dibandingkan dengan yang mereka miliki 15 tahun lalu.
Peringatan ini tidak bisa dianggap remeh. Sebagai negara yang memiliki sejarah panjang dalam demokrasi, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan melindungi prinsip-prinsip demokrasi agar tidak terulang kembali pengalaman pahit yang dialami oleh Hongaria.
Dengan semakin banyaknya tantangan terhadap demokrasi di berbagai belahan dunia, kisah Hongaria harus menjadi pengingat bagi semua orang untuk terus berjuang mempertahankan kebebasan dan keadilan.
Hongaria Viktor Orbán Donald Trump otoriter demokrasi