Semangat sejati kota Mosul kembali hidup. Bangunan-bangunan bersejarah di Mosul, Irak, kini dibuka kembali setelah mengalami kerusakan parah akibat penguasaan kelompok ekstremis Negara Islam (IS) selama beberapa tahun.
Proyek pemulihan ini diselenggarakan dan didanai oleh UNESCO dan dimulai setahun setelah IS dikalahkan dan diusir dari kota tersebut pada tahun 2017. Selama tiga tahun kekuasaan IS, sekitar 80 persen dari Kota Tua Mosul hancur.
Tugas besar untuk membangun kembali kota ini dimulai dengan anggaran sebesar $115 juta (sekitar 1,7 triliun rupiah), yang sebagian besar berasal dari Uni Emirat Arab dan Uni Eropa. Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan keindahan dan warisan budaya Mosul yang telah hilang.
UNESCO berkomitmen untuk mendorong pemulihan ini agar masyarakat Mosul dapat merasakan kembali warisan budaya mereka. Dengan dibukanya kembali bangunan bersejarah, diharapkan masyarakat lokal dapat merasakan kebangkitan semangat dan identitas kota mereka yang sempat hilang.
Proyek ini adalah langkah penting untuk membangun kembali komunitas dan mengembalikan kehidupan normal bagi penduduk Mosul. Banyak warga berharap bahwa dengan pemulihan ini, mereka bisa kembali menikmati keindahan sejarah kota mereka.
Bangunan-bangunan yang telah direnovasi ini menjadi simbol harapan dan ketahanan bagi masyarakat Mosul, yang telah melalui masa-masa sulit. Pembukaan kembali bangunan bersejarah diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan dan membantu perekonomian lokal.
Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana proyek ini dijalankan, bisa cek informasi lebih lanjut di berita terkini.
Mosul Irak bangunan bersejarah UNESCO pemulihan