Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Januari 2025 Terhangat yang Pernah Tercatat di Eropa

Januari 2025 menjadi bulan terhangat yang pernah tercatat di Eropa, menurut laporan dari Copernicus, layanan iklim Uni Eropa. Samantha Burgess, seorang ilmuwan dari Pusat Pengamatan Cuaca Jangka Menengah Eropa, menyatakan bahwa suhu tinggi ini melanjutkan rekor suhu yang sudah terlihat dalam dua tahun terakhir.

Para ilmuwan sebelumnya memperkirakan bahwa rekor suhu tinggi pada tahun 2023 dan 2024 akan berakhir dengan datangnya fenomena alam La Niña setelah El Niño. Namun, data yang terkumpul menunjukkan bahwa suhu tetap tinggi. Data tersebut diambil dari miliaran pengukuran yang dilakukan oleh satelit, kapal, pesawat, dan stasiun cuaca di seluruh dunia.

Di tingkat internasional, pada tahun 2015, negara-negara bersepakat di Konferensi Perubahan Iklim di Paris untuk membatasi pemanasan global hingga maksimal 1,5 derajat Celcius dibandingkan dengan suhu sebelum era industri. Namun, pencapaian suhu di atas batas ini tidak serta merta menandakan kegagalan dalam mencapai tujuan kesepakatan iklim. Hal ini karena batas tersebut merujuk pada pelanggaran jangka panjang.

Dengan meningkatnya suhu global, penting bagi kita untuk memahami dampak dari perubahan iklim ini. Suhu yang lebih tinggi dapat menyebabkan perubahan cuaca ekstrem, yang berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, seperti bencana alam, kekeringan, dan banjir.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan berkontribusi dalam mengurangi pemanasan global. Mari kita berusaha bersama untuk menjaga bumi agar tetap sehat dan aman untuk generasi mendatang.

library_books Tagesschau