Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

MSF Desak Israel Hentikan Kekerasan di Tepi Barat

Dokter Tanpa Batas (MSF) meminta Israel untuk segera menghentikan kekerasan yang dianggap "tidak sebanding" di Tepi Barat yang diduduki. Permintaan tersebut muncul setelah laporan baru yang menyelidiki serangan terhadap fasilitas medis.

Laporan terbaru dari organisasi non-pemerintah yang berbasis di Swiss ini, berdasarkan data yang dikumpulkan antara Oktober 2023 hingga Oktober 2024, menunjukkan bahwa serangan militer Israel di Tepi Barat telah meningkat secara dramatis sejak dimulainya perang.

Laporan ini menyimpulkan temuan dari 38 wawancara dan pola penghalangan yang disaksikan oleh tim MSF di kota-kota seperti Jenin, Qalqilya, Tubas, dan Tulkarm. Tim MSF menyatakan bahwa mereka telah menyaksikan dampak dari beberapa serangan, di mana operasi militer menargetkan dan menghancurkan infrastruktur penting, termasuk sistem air dan jaringan listrik. Hal ini menyebabkan dampak medis dan kemanusiaan yang berkepanjangan bagi masyarakat Palestina serta menghalangi akses ke fasilitas kesehatan dan pergerakan ambulans.

Menurut MSF, peningkatan taktik kekerasan ini mulai terjadi sebelum perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Pasukan Israel menyerang daerah sipil dengan serangan udara, suatu praktik yang tidak dilakukan sejak Intifada Kedua di awal tahun 2000-an, serta menggunakan drone militer.

Laporan tersebut juga mencantumkan temuan dari kantor urusan kemanusiaan PBB (OCHA), yang menunjukkan bahwa 34 persen dari cedera di wilayah yang diduduki sejak 7 Oktober 2023 disebabkan oleh amunisi hidup, dibandingkan dengan 9 persen dalam sembilan bulan pertama tahun 2023.

"Modus operandi yang semakin agresif sejak Oktober 2023 ini tidak hanya berdampak serius pada kesehatan fisik dan akses masyarakat Palestina terhadap perawatan medis, tetapi juga menciptakan iklim ketakutan dan ketidakamanan yang meluas. Hal ini berakar dari intensitas dan ketidakpastian kekerasan, yang berdampak mendalam pada kesejahteraan mental mereka," ungkap MSF dalam laporan tersebut.

library_books Middleeasteye