Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Aksi Premanisme di Kawasan Industri Ancam Investasi

Jakarta, 8 Februari 2025 – Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar, mengungkapkan bahwa saat ini sering terjadi aksi premanisme yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) di kawasan industri. Hal ini berpotensi merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah dalam investasi.

Dalam pernyataannya di gedung Kementerian Perindustrian, Sanny menjelaskan, "Kalau dihitung semuanya, ngitungnya bukan cuma yang keluar, tapi yang enggak jadi masuk juga itu (investasi) bisa ratusan triliunan."

Aksi premanisme ini sering kali berupa penyegelan pabrik oleh ormas. Akibatnya, barang produksi dan karyawan pabrik tidak dapat keluar atau masuk. Kondisi ini jelas merugikan perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.

Sanny menambahkan bahwa pihaknya sudah sering mengirimkan surat kepada pihak berwenang untuk meminta perhatian terhadap masalah ini. Namun, aksi premanisme tetap terjadi. Oleh karena itu, beberapa investor merasa perlu untuk mengirimkan surat langsung kepada Presiden Prabowo Subianto agar masalah ini segera diselesaikan.

"Surat-surat dari pengelola kawasan kayanya sudah kurang mempan, akhirnya beberapa investor akhirnya nulis surat langsung ke presiden. Kemarin juga ada yang langsung ke BKPM minta jaminan keamanan," jelas Sanny.

Lebih lanjut, Sanny membeberkan bahwa ormas-ormas tersebut melakukan demonstrasi karena ingin meminta ‘jatah’ dari aktivitas pabrik. Permintaan ini bisa berupa lowongan pekerjaan, jatah katering, atau meminta sisa limbah pabrik.

"Yang mereka inginkan itu supaya terkait dengan pabrik, dia kan butuh transportasi, katering, mau bangun perluasan pabrik, mau beli bahan baku atau keluarin barang, mereka itu minta diserahkan ke mereka," ungkap Sanny.

Aksi premanisme ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, yang dapat berdampak pada iklim investasi di Indonesia. Diharapkan, pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini agar investasi yang sangat dibutuhkan oleh negara tidak hilang begitu saja.

library_books Idx Channel