Jakarta, 8 Februari 2025 – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana, mengungkapkan kritik terhadap efisiensi anggaran yang diterapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dalam Rapat Kerja Komisi VIII dengan Kepala BNPB pada Kamis (6/2), Adnyana menyatakan bahwa anggaran BNPB seharusnya ditingkatkan, bukan dikurangi.
"Semestinya anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun anggaran sebelumnya. Mengingat Indonesia merupakan wilayah dengan risiko bencana terbesar ke-2 di dunia," ujarnya. Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya dukungan finansial yang memadai bagi lembaga yang bertugas menangani bencana di tanah air.
BNPB memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana. Dalam situasi kegawatdaruratan, BNPB harus mampu memberikan bantuan dengan cepat dan efektif. Namun, Adnyana menekankan bahwa hal ini akan sulit dicapai jika anggaran yang ada terus menerus dilakukan efisiensi.
"Jika anggaran terus dipotong, maka akan menyulitkan BNPB dalam melaksanakan tugasnya. Penanggulangan bencana memerlukan sumber daya yang cukup agar bantuan dapat diberikan tepat waktu dan efektif," tambahnya.
Indonesia, sebagai negara yang terletak di kawasan Ring of Fire, sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Oleh karena itu, anggaran yang cukup bagi BNPB sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana.
Dalam rapat tersebut, Adnyana berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan kembali anggaran untuk BNPB agar lebih optimal. Peningkatan anggaran diharapkan dapat membantu BNPB dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai potensi bencana yang bisa terjadi di masa depan.
Dengan adanya penanganan yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan terlindungi dari risiko bencana yang selalu mengancam. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keselamatan serta ketahanan bencana di Indonesia.
DPR RI BNPB anggaran bencana I Ketut Kariyasa Adnyana