Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pemerintah Minta Maaf atas Kesulitan Mendapatkan Gas LPG 3 kg

JAKARTA - Pemerintah melalui Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Prita Laura, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait kekisruhan dalam penyaluran gas LPG 3 kg. Kesulitan ini menyebabkan banyak warga harus mengantre panjang, bahkan ada yang mengalami kelelahan dan jatuh korban.

Prita Laura mengungkapkan, “Kami minta maaf betul kepada masyarakat yang sudah begitu sulit untuk mendapatkan tabung LPG bahkan kemudian ada korban juga, kelelahan dan sebagainya. Kami benar-benar mendengarkan masukan-masukan dari masyarakat dan dari NGO, dari pengamat, dari media, terus kami terima masukannya untuk perbaikan.”

Pernyataan tersebut disampaikan dalam program INTERUPSI “Gaduh Gas 'Melon', Siapa Tertuduh?” yang disiarkan di iNews TV pada Kamis malam, 6 Februari 2025. Prita menegaskan pentingnya koordinasi dan perbaikan tata kelola dalam distribusi LPG 3 kg agar masalah ini tidak terulang di masa depan.

Di sisi lain, Prita juga menjelaskan bahwa aspek teknis dalam pelaksanaan kebijakan distribusi gas LPG 3 kg adalah ranah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Oleh karena itu, pemerintah akan terus berupaya untuk berkoordinasi dengan kementerian terkait guna memperbaiki sistem distribusi.

Prita menambahkan, “Ketika bicara teknis, ini ranah Kementerian, kita harus pahami hal tersebut terlebih dahulu.” Dia berharap agar semua pihak dapat bersinergi untuk menciptakan solusi yang lebih baik dalam penyaluran gas LPG ke masyarakat.

Kesulitan dalam mendapatkan gas LPG 3 kg ini telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Diharapkan dengan adanya permohonan maaf ini, masyarakat dapat melihat bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki situasi dan mendengarkan keluhan mereka.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengikuti berita terkini melalui media massa atau platform resmi pemerintah.

library_books Idx Channel