Meta, perusahaan teknologi besar, kini menghadapi tuduhan serius terkait dengan pengunduhan buku bajakan. Diketahui bahwa Meta diduga mengunduh hingga 81,7 terabyte buku yang dilindungi hak cipta untuk melatih model AI mereka yang dikenal sebagai Llama. Tuduhan ini muncul setelah email-email internal perusahaan dibuka dan menunjukkan upaya sistematis dalam mendapatkan konten yang dilindungi melalui jaringan torrent.
Dalam email yang terungkap, beberapa karyawan Meta mengungkapkan kekhawatiran mereka. Salah satu insinyur bahkan mencatat, "Torrenting dari laptop perusahaan tidak terasa benar." Hal ini menunjukkan adanya ketidaknyamanan di dalam perusahaan mengenai cara mereka memperoleh data yang dibutuhkan.
Dari total 81,7 terabyte, sebanyak 35,7 terabyte diduga diunduh dari situs seperti Z-Library dan LibGen. Menariknya, dokumen-dokumen tersebut juga menunjukkan bahwa CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengetahui dan menyetujui penggunaan sumber-sumber bajakan ini. Tak hanya itu, Meta juga diduga mengambil langkah-langkah untuk menyembunyikan aksinya, seperti menghapus tanda hak cipta dan mengubah metadata untuk mengurangi risiko hukum.
Untuk menghindari deteksi saat mengunduh, perusahaan ini beroperasi dalam "mode sembunyi-sembunyi" dengan mengubah pengaturan agar "sejumlah kecil seeding mungkin terjadi". Tindakan ini menunjukkan upaya yang sangat hati-hati untuk menjaga rahasia dari aktivitas ilegal yang mereka lakukan.
Tuduhan ini muncul di tengah adanya gugatan hukum yang sedang berlangsung, di mana beberapa penulis terkenal seperti Sarah Silverman dan Christopher Golden menggugat Meta. Dalam pembelaan mereka, perusahaan ini mengklaim bahwa tindakan mereka termasuk dalam "penggunaan wajar" berdasarkan undang-undang hak cipta, meskipun pengacara mereka sebelumnya telah memperingatkan tentang risiko hukum yang mungkin timbul.
Tindakan Meta ini bisa memiliki dampak besar bagi perkembangan AI di masa depan. Gugatan tersebut dapat menetapkan preseden baru tentang bagaimana perusahaan-perusahaan dapat secara legal mendapatkan data pelatihan tanpa melanggar hukum. Ini adalah isu yang sangat penting, terutama di era di mana teknologi dan hak cipta saling berinteraksi dengan cara yang semakin kompleks.
Meta Llama AI buku bajakan hukum Z-Library