Kota Pasuruan - Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Pasuruan yang ke-339, berbagai kegiatan menarik digelar. Pada hari Jumat, 7 Februari 2025, sore hari, warga Kota Pasuruan memadati area makam Mbah Slagah untuk mengikuti tradisi Bari'an. Acara ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang berlangsung di Makam Untung Suropati pada pagi harinya.
Tradisi Bari'an dilaksanakan dengan khidmat sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas nikmat pembangunan yang telah diterima di Kota Pasuruan. Acara dimulai dengan pembacaan maulid, tahlil, dan doa, diakhiri dengan pemotongan tumpeng. Meskipun cuaca hujan, semangat para jamaah untuk melestarikan tradisi ini tidak surut.
Pengurus Makam Mbah Slagah, Ustad Abdul Kholiq, menekankan pentingnya melestarikan tradisi ini untuk memperkuat destinasi wisata religi di Kota Pasuruan. "Dalam tahun terakhir ini, Kota Pasuruan mengalami peningkatan wisata religi, khususnya ziarah di makam-makam para Aulia. Alhamdulillah, kegiatan Bari'an ini menjadi rutin di turbah Mbah Hasan Sanusi atau Mbah Slagah. Semoga ini menjadi ikon wisata religi yang menjadikan Kota Pasuruan semakin dikenal," ujarnya.
Acara ini diselenggarakan oleh pemerintah kota, yang diwakili oleh Asisten III, Yudi Andi Prasetyo. Ia menyampaikan bahwa selain sebagai ungkapan syukur, tradisi ini juga ditujukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur. "Bari'an ini merupakan awal dari serangkaian acara untuk memperingati Hari Jadi Kota Pasuruan ke-339. Kegiatan ini diadakan di sini karena beliau merupakan pendahulu kita yang berjasa bagi perkembangan Kota Pasuruan," ungkapnya.
Yudi juga mengajak jamaah untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjadikan Kota Pasuruan sebagai destinasi wisata religi yang semakin maju. "Dengan tema 'Bergerak Dengan Hati, Membangun Kota Pasuruan yang Berkelanjutan', kami mengajak semua untuk meningkatkan kerjasama dan kerukunan antar warga, serta menjaga lingkungan yang bersih," tutupnya.
Kota Pasuruan Bari'an tradisi wisata religi Hari Jadi