Hamas, sebuah kelompok yang terlibat dalam konflik dengan Israel, mengumumkan bahwa mereka akan menunda pembebasan sandera yang diculik dari Israel. Menurut seorang juru bicara Hamas, Abu Obeida, penundaan ini disebabkan oleh dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Israel terhadap gencatan senjata di Gaza.
Abu Obeida menuduh Israel telah melanggar kesepakatan yang sudah disepakati selama tiga minggu terakhir. Awalnya, pada hari Sabtu, Hamas berencana untuk membebaskan tiga sandera lagi, namun kini mereka menyatakan bahwa pembebasan tersebut hanya akan terjadi jika Israel mematuhi kesepakatan yang ada. "Hamas tidak akan membebaskan sandera lebih lanjut sampai Israel mengakui kesalahan dan memberikan kompensasi untuk pelanggaran yang terjadi dalam beberapa minggu ini," kata Obeida.
Sementara itu, informasi mengejutkan muncul setelah pembebasan tiga sandera Israel oleh Hamas. Saudara dari salah satu sandera, Or Levy, mengungkapkan bahwa Levy, yang berusia 34 tahun, mengalami masa tahanan yang sangat sulit. Selama 16 bulan, ia hidup dalam kondisi kelaparan, tidak mengenakan alas kaki, dan selalu merasa terancam. Media Israel melaporkan bahwa salah satu sandera lainnya bahkan terikat dan menghabiskan hampir seluruh waktu dalam terowongan gelap, tidak bisa berdiri atau berjalan dengan bebas. Gambar-gambar yang menunjukkan kondisi mereka yang kurus dan lemah menimbulkan rasa takut dan kemarahan di kalangan masyarakat Israel.
Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, membuat pernyataan kontroversial mengenai rencana pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza. Trump mengatakan bahwa dalam rencananya, tidak ada hak kembali bagi warga Palestina. Ia bahkan menyatakan niat untuk mengambil alih wilayah tersebut. Pernyataan ini bertentangan dengan beberapa pejabat pemerintah AS lainnya yang menyatakan bahwa pemindahan yang diusulkan adalah sementara, bukan permanen. Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di Fox News, Trump menegaskan, "Tidak, mereka tidak akan memiliki hak untuk kembali" ketika ditanya tentang kemungkinan hak kembali bagi warga Palestina dalam rencananya.
Hamas Israel sandera Trump Palestina